Mimpi mimpi Senja
Kota nan elok, di belakang
perbukitan yang mengelilinginya. Tampak gagah, tampak cantik, tampak indah, seindah
dewi rembulan yang bertengger di pangkuan sang arjuna. Langit malam itu, di
tengah kota nan elok, sempurna di denyut nadinya. Berdiri sebuah rumah nan
megah, indah dihiasi lampu yang mahal. Di balkon belakang rumahnya, duduk
bersila seorang gadis cantik, mata coklatnya memandang ke arah langit lepas.
Jari-Jemarinya yang lentik memijat-mijat tombol hpnya, seolah-olah ia sudah
menghafalnya atau lebih tepatnya ia menghafal akan letak tombol-tombol tersebut
kemudian, tuut....tuut....tuut.... Tersambung dengan si empunya di ujung kota
itu, tepat di sebuah gedung nan tinggi, tertulis conversation.fm.
ADEGAN 1
Rahma : “Assalamu’alaikum
Wr.Wb, selamat malam pendengar, kembali lagi bersama saya di conversation.fm.
Okeh... di malam yang subhanallah indah ini, mungkin ada yang duduk-duduk
santai atau ada yang makan malam di luar sambil liat-liat bintang, sambil
dengerin suara saya yang merdu. Wah... pasti nongkrong tambah asyik, makan
tambah nikmat dan tidur nyenyak, hehehe.. gak-gak , just kid... tentu saja kita
disini dengerin orang-orang yang mau berbagi kisah hidupnya, mungkin sedih atau
berkesan atau menegangkan, hehehe... Caranya gampang telepon aja ke 08123456789”
Tuut...tuut...tuut...
“Eh... sudah yang masuk nih. Halo....
conversation.fm, dengan siapa, dimana?? Halo.... halo....”[bingung]
X :” waktu itu...”
Dan suara di seberang telepon itu terus
bercerita, ia benar-benar bercerita. Suaranya mengalir begitu saja.
ADEGAN 2
Fauzan : “Kita harus bisa
Nung... (menggebu-gebu, sambil merapikan buku yang berserakan di lantai) Di
ujian ini, kita harus mempertahankan peringkat kita Nung. (tetapi Sinung hanya
terdiam... sibuk dengan pikirannya sendiri). Gimana Nung? Sinung!!!
Sinung :
“Eh, iya Zan. Aduh, gimana ya Zan, aku gak yakin kita bisa lulus ujian ke
Madinah, kalau nggak lulus gimana?”
Fauzan :
“Kita harus berusaha dulu Nung, hasilnya kita serahkan semua sama Allah.”
Tetapi sejak pembicaraan itu berlalu, Fauzan
tidak tahu bahwa ada perubahan pada sifat dan sikap Sinung yang berbeda dari
biasanya.
Hari
ujian pun tiba, mereka mengerjakan dengan serius. Akan tetapi, semua tidak
berjalan sesuai dengan harapan mereka, mereka tidak lulus ujian ke Madinah.
Sejak saat itu Fauzan menjadi cowok yang pendiam, pemurung dan temprament. Dia
menyalahkan keadaan dan Allah yang tidak mengabulkan do’a mereka.
Malam
minggu mereka bertiga berkumpul di kos-kosan. Fauzan dan Sinung termenung,
bagaikan orang yang tak punya harapan
hidup (madesu). Anto, mahasiswa jurusan jurnalistik hanya terdiam dan memperhatikan
sikap kedua temannya. Anto memang tidak satu Universitas dengan mereka berdua.
Anto : “Eh, kok pada murung ni, kenapa?”
Fauzan : “Lagi bingung aja, kenapa Allah nggak
adil banget sama kita?”
Anto : “Ga adil gimana?” [dengan heran,
karena nggak biasanya Fauzan bersikap begini]
Sinung :
“Iya, masak kita yang belajar serius, shalat tahajut dan puasa Senin Kamis nggak
lulus ujian.” [dengan wajah penuh kesal]
Anto :
“Istighfar, kalian nggak boleh berfikir begitu. Mungkin ini jalan yang terbaik
buat kalian.” [nasehat Anto]
Tiba-tiba....
Sinung :
“Ayo ikut aku, aku punya tempat enak buat ngilangin kekesalan kita.”
Tanpa banyak tanya, mereka mengikuti Sinung dan
tanpa mereka duga, Sinung mengajak mereka ke club malam. Dan sepertinya Sinung
sudah sering pergi kesana.
Anto : “Astaghfirullah Sinung, ngapain
kita kesini?” [mengelus dada]
Sinung : “Udah deh diem aja, yuk kita masuk.”
Akhirnya mereka masuk, dan Sinung langsung
memesan minuman di bar.
Anto bingung, apa yang harus dia lakukan. Setelah
minuman berada di tangan mereka, mereka duduk di kursi.
Sinung
: “Cobain deh, enak! Bisa ngilangin
masalah kita.”
Fauzan : “Beneran Nung??”
Anto : “Astaghfirullah, ini minuman
keras, haram buat kita sebagai muslim.”
Sinung :
“Udahlah, kita nikmatin aja malam ini. Klo kamu nggak mau ya udah, nggak usah
di minum.”
Akan tetapi Fauzan terhasut dengan ajakan
Sinung dan mereka mencoba minuman itu. Anto hanya bisa istighfar di dalam hati.
Dengan
coba-coba, ternyata mereka ketagihan dan lebih sering menghabiskan waktu di
club-club malam di Jakarta. Parahnya, Sinung mulai mencoba bisnis haram ini.
Dua
tahun berlanjut, Sinungpun menjadi bandar narkoba di tempat itu.
Suatu
malam, saat Sinung take off ke kalimantan. Sahabat dekatnya ,Fauzan,semakin
larut dengan kebiasaannya mengkonsumsi barang haram.Lelaki bertubuh tinggi itu
telah menghabiskan 5 botol minuman yang telah disediakan pelayan.Dan akhirnya
dia pun tergeletak lemas di meja bar.
Pelayan
bar :”Braaakk!”(memukul meja bar)
“hey!”
(mengalun lagu ‘eaa’-Coboy junior-)
Pelayan
bar :”Hey mas!”(Fauzan bangun
,menatap pelayan bar sepersekian detik)
”Dah pagi nih,club mau tutup!”(membentak)
Fauzan :”Iya
cantik,jangan marah-marah donk,ntar cantiknya hilang”
Pelayan
bar :(mengusir Fauzan dari club dengan tampang
marah)
Fauzan :(dengan sempoyongan keluar meninggalkan club)
(di tengah jalan, bertemu dengan seorang
penjual jamu koper keliling)
Penjual
jamu :(menjajakan jualannya)”jamu mas
jamu,pegel linu,jamu mujarab anti miskin,biar langgeng sama pacarnya.Monggo mas
dicicipi..!”
Fauzan :(menatap lekat-lekat si tukang jamu
sambil berjalan sempoyongan)
“mbak yang cantik”
Penjual
jamu :”iya mas, mau beli jamu?”
Fauzan :”nggak..mau godain mbak yang cantik”
Penjual
jamu :(dengan sangat tidak masuk akal,
penjual jamu tersenyum dan menyiapkan jamu untuk Fauzan)
Ketika Fauzan dan Penjual jamu sedang
asik bercanda ria, tiba-tiba Anto sudah ada di belakang mereka
Anto :(pasang muka kaget)”lho Zan, sejak
kapan kamu berteman sama orang gila?”
Fauzan :(dengan wajah bingung)”yee..sinting,
mbak-mbak cantik gini di bilang gila”
Anto :(mengerutkan dahi, Anto mencium bau alkohol dari mulut Fauzan)
“balik yuk! Kamu lagi mabuk.”(dengan nada
kecewa dan menarik tangan )
Fauzan :”ngapain balik, aku kan mau beli jamu”
Anto :”ayo zan..!!”
Fauzan :”ah lepasin!! Elo jangan pernah injak
ranah kehidupan gue lagi. Mulai sekarang elo gue end”
Anto :(dengan suara lirih)”emang
kita pernah jadian?”
Tiba-tiba
suara ambulance meraung-raung dari arah barat dan berhenti di dekat mereka. Dua
orang wanita berbaju putih turun dari mobil dan menghampiri salah satu dari
mereka
Petugas
1 :”maaf mas saya mau membawa pulang pasien saya”
Petugas
1 dan petugas 2 :(memboyong pasiennya ke dalam mobil)
Fauzan :”lho mbak mau pergi kemana..? mbak..
mbak..”(ingin mengejar Penjual jamu tapi di tahan oleh Anto)
Di
dalam mobil
Penjual
jamu :(bersay good bye)
ADEGAN
3
Sinar
mentari menembus sela-sela tirai biru,di balik tirai itu dua anak manusia
tengah berunding .
Anto :(dengan menahan amarah)” Dasar
pecundang , janji mau pergi ke Madinah
malah ujung-ujungan ke club malam.”
Fauzan :”maksud loe apa ? loe kali yang gila ,
pagi-pagi udah ke rumah gue !”
Anto :”kamu tahu nggak apa yang udah kamu
lakuin kemarin? kamu itu mabuk berat, gangguin tukang jamu di pinggir jalan dan
parahnya lagi dia itu pasien yang kabur dari rumah sakit jiwa ! “
Fauzan :”au ah gelap”(dia berpaling dan meninggalkan
Anto sendiri di kamar)
Anto :” emang hidupmu udah gelap”
Toto
membuka hpnya dan mengirimkan pesan singkat ke seseorang
|
Yytttttjjhg
ADEGAN
4
Di suatu taman , Anto duduk termenung menunggu
seseorang , tiba-tiba seorang gadis datang menghampirinya .
Anto :(melirik Atin)”terlalu cepat”
Atin :(tersenyum)”hanya telat
15menit”(duduk di samping Anto).
Anto :”Fauzan!”
Atin :”ada apa lagi dengan cowok itu”
Anto :”dulu
.... kufikir Fauzan adalah seniman
hari-hariku. Tapi sekarang , ia adalah limbah yang meracuni
kehidupanku.”
Atin :”menurutku
tak seperti itu.”
Anto :”kamu
tahu dari mana?”
Atin :”menurut
yang aku tahu”
Anto :”tapi
dia.. bukan dia yang kamu kenal dulu.”
Atin :”dia
hanya kehilangan secercah cahaya hidupnya.”
Anto :”huft!”(mendengus)”manusia
rapuh”
Atin :”bukankah
itu yang kamu bilang dulu saat aku di landa masalah, semua akan ada jalan. Besok
aku akan pergi. Tujuh hari lagi temui aku di tempat dan waktu yang sama.”(meninggalkan
Anto )
ADEGAN 5
Gelapnya
malam ,sesosok bayangan cepat mengikuti langkah Fauzan yang gontai. Mabuk. Tiba-tiba bayangan itu menangkap sepasang
mata hitam dan mengatupkan jemari di mulutnya.
Fauzan :(tidak terima)”apa-apaan sih , siapa lo?”
Sinung :”ha ha ha , whats up bro! Ini gue. Ngapain
loe keluyuran sendiri?”
Fauzan :”hmm.. kirain setan!”(memalingkan
pandangan)
Sinung :”lihat ni gue sekarang , tanpa pergi ke
Madinah pun gue bisa kaya bro!”
Fauzan :(menatap temannya)
Sinung :(menarik tangan Fauzan)”ayo ikut gue!”
Akhirnya
mereka berdua pergi ke sebuah kota kecil di Jawa Tengah untuk melebarkan sayap
bisnisnya. Narkoba.
Suatu
malam di ujung desa...
Fauzan
dan Sinung :(keluar dari mobil)
Sinung :(menurunkan kardus dari bagasi)
Fauzan :”apaan ni..?”
Sinung :”ini mesin uang gue!”
Fauzan :”maksud loe?”
Sinung :”ini barang jualan gue. Narkoba.”
Fauzan :”gila! Gue kira elo cuma jualan
miras,ternyata narkoba juga.”
Sinung :”ini yang bikin gue kaya, malam ini kita
pesta bro !”
Fauzan
dan Sinung :(memasukkan barangnya ke
dalam rumah)
Dari
kejauhan sepasang mata coklat mengamati mereka. Tak tampak keraguan di raut
wajah sendunya. “Malam ini semua harus berakhir.”
ADEGAN 6
4 orang
berjaket hitam menelusup masuk ke rumah itu.
Polisi :”angkat tangan!”
Sinung :(mengambil senjata tajam)
Polisi :(menyodorkan pistol di wajahnya)”letakkan senjata..!”
Sinung :(meletakkan pisau yang dibawanya lalu
mengangkat kedua tangannya )
Polisi :(membawa keduanya ke dalam mobil beserta
barang bukti)
ADEGAN 7
7 hari kemudian.....
Di
sebuah taman ,
Atin :(menunggu kehadiran seseorang)
Anto :(berjalan menghampiri)”ku kira kamu
nggak datang”
Atin :”aku akan menepati janji ku , semua sudah berakhir.”
Anto :”maksudmu?”
Atin :”Fauzan!”
Mengalirlah
cerita Atin tentang kejadian malam itu.
Anto :”terus”
Atin :”sekarang Fauzan sudah berada di
panti rehabilitasi dan Sinung di penjara.”
Anto :”akhir yang tak terduga!”
Atin :”hmm... sekarang bantu Fauzan untuk
membuka lembaran baru.”
Anto :”Insya Allah akan ku coba”
Atin :(tersenyum)
ADEGAN 8
3
tahun, usai sudah masa-masa sulit Fauzan
di panti Rehabilitasi. Sekarang dia
memulai semua dari awal, semangat hidup ia tanam lagi di hatinya dan ia pupuk
dengan kerja keras.
Atin :(tersenyum bahagia melihat seseorang
di hadapannya)
Fauzan :”ngapain senyum-senyum.”
Atin :”enggak, senang aja lihat kamu sekarang
udah berubah!”
Fauzan :”aku tidak hanya berubah, tapi sekarang
aku telah menjelma menjadi manusia sukses”
Atin :”ha
PD banget, apa buktinya?”
Fauzan :”kamu nggak percaya? lihat, skripsiku di
terima di Universitas ternama Amerika, katanya aku telah menemukan teori baru
yang dapat di jadikan acuan untuk dipertimbangkan.Hebatkan terlalu dini aku
berhasil he..he..he...”
Atin :”ye.....sombong “
Fauza :”hehehehe nggak-nggak”
Atin :”kapan berangkat?”
Fauzan :”Insya Allah 2
minggu lagi”
Atin :(tersenyum)”hati-hati, jangan sampai
kehidupan masa kelammu berulang lagi di sana.”
Fauzan :”pasti.”
Fauzan dan Atin brjalan
meninggalkan cafentaria, berjalan beriringan dengan menatap bintang.
Tuuutt.... ttuuut .....
Rahma :”lho... halo.... halo....,
maaf permisa ternyata panggilan terputus, cerita yang menarik, penggalaman yang
sangat berharga yang dapat kita ambil hikmahnya, kegagalan bukan akhir dari segalanya,
masih ada hari esok untuk memperbaikinya, jangan kita mudah putus asa karena kegagalan awal dari
keberhasilan, seperti kisah tadi, selama kita mau merubahnya dan berusaha,
Allah pasti akan memberikan jalan terbaik untuk kita. So raihlah cita-citamu
setinggi-tingginya, jangan pernah takut mencobanya. Wah... wah .. kog jadi
serius gini ya .... ha ha ha , intinya
jangan pernah takut gagal. Yah... Tak terasa saya sudah menemani kalian salama
1 jam, waktunya kita berpisah... Tapi jangan khawatir, kita akan berjumpa lagi
Minggu depan. So jangan sampai ketinggalan ya ..... bye .......”
MIMPI-MIMPI
SENJA
Di susun oleh :
1.
Anggrid
Astoto
2.
Dhiya
Rahma Rauqillah ( penjual jamu dan penyiar radio)
3.
Indah Ayu
Lestari ( narator )
4.
Mu’allimatin
Habibah
5.
Nur Laili
Farchah ( pelayan bar )
6.
Nurul Fikri Fauzan Tamami
7.
Rahmad
Nur Haryono
Tidak ada komentar:
Posting Komentar