Diriku Hampa
I
Di rumah Badrun....
Pagi hari seperti
biasa suasana sibuk tak bisa lepas dari keluarga Pak Syamsul, ada saja kegiatan
pagi yang harus keluarga itu penuhi.. dimulai dari Pak Syamsul ( Ayah ) yang
mengecek produksi singkongnya di halaman belakang rumah dan Bu Aisyah ( Ibu ) yang menyiapkan makan pagi lezat untuk
keluarganya.. tapi hal itu tidak berlaku untuk Badrun, ia masih tertidur pulas
diatas kasur empuk berselimut tebal..
Jam menunjukkan pukul
tujuh .. Pak Syamsul mulai kembali ke rumah untuk menyantap sarapan pagi, Bu
Aisyah pun sudah menyelesaikan masakan lezatnya ...
Badrun masih asyik
bermimpi dalam tidurnya...
“ Seorang pemuda
berduit tebal, tunggangan ku gak kalah bagus sama anak presiden : motor Ducati
Corse dan mobil BMW ini serasa pas ditunggangi dengan wajah tampan pemiliknya ,
aku..memiliki semua yang ku inginkan.. tapi ada satu yang kurang yaitu menjadi
Astronot...Impian untuk menginjak tanah bulan selalu melekat dipikiranku.
Akhirnya ku diberi kesempatan oleh NASA untuk terbang ke bulan dengan roket
khusus untukku.. Lepas landas dari
Nevada lau melewati Atmosfer yang selapis tebal dengan ozon yang mulai
berlubang... Dan aku berhasil terbang ke angkasa.. Lalu ini saat yang menegangkan
bagiku ... menginjak tanah bulan...! oke, satu, dua, tiga! Aku lompat ke luar
pesawat..dan... Aku terjatuh!!! ......Ternyata aku tertarik medan magnet ...
Aahh... tolong! , tolong! ..”.
Mimpi itu berakhir
ketika Badrun mulai terbawa suasana mimpi yaitu saat ia terjatuh... dan
akhirnya ia terjatu dari tempat tidur empuknya itu...
Badrun : Dug.... “
Aduhh....! “ ( terjatuh dari kasur )
Ummi : “ Badrun, kau kenapa nak? “ ( terlihat cemas sambil menata
hidangan di meja makan )
Abah :
“Sudah biarkan saja, dia itu laki-laki sudah besar lagi.. Ummi jangan
terlalu memanjakannya, Dia bisa bangun sendiri !”
Ummi : “ Memanjakannya
bagaimana abah? “
Abah : “ Jangan
terlalu cemas kepada Badrun! “
Badrun datang ke meja
makan..
Badrun : “ Aduh, lapar
sekali mi...!” ( sambil memegang perut )
Ummi : “ Sarapannya
ini sudah ummi siapakan.. tuh ada susu jahe kesukaanmu .. cepat dimakan nak..!
“ ( tersenyum melihat anaknya )
Tiba – tiba Abah
menyaut ...
Ayah : “ Lha ini ...,
apa ini namanya nggak memanjakan anak bu? “
Ibu : “ Ayah..!
sudah..”
Setelah makan sarapan
bersama –sama, aktivitas selanjutnya Badrun pergi kuliah dengan ayahnya.. dan
kebetulan ayahnya seorang dosen di
tempat kuliah Badrun.
Badrun : “ Ibu.. !!
mana kacamata, buku dan bekalku? “
Ayah : “ Dasar anak
manja .., cari saja sendiri !! “
Ibu : “ Sudah..
sudah... , ini semua sudah ibu siapkan, “
Ayah : “ Hah , selalu
saja begini..,ya sudah bu .. Ayah berangkat.. Assalamualaikum! “
Ibu : “ Iya Yah, Hati
– hati Badrun... Waalaikumsalam ..” ( melambaikan tangan )
II
Setelah lima belas menit
berada di mobil .. Akhirnya tibalah Badrun dan ayahnya di sekolah ..
Badrun turun di tempat
biasanya.. dekat taman bunga samping lapangan basket Fakultas Biologi..
Duduk menunggu
teman-temannya datang menghampirinya...sambil menunggu dalam benaknya ia
berkata, “ Sudah ke-99 kalinya diriku
merasa terancam dengan keberadaan Zack dan sekarang adalah yang ke-100 kalinya.
Aku harus memberanikan diri didepannya , namun setiap kali akumemberanikan diri
.. aku merasa tidak mampu melakukannya.., karena Zack adalah anak juragan ayam,
pandai menyelam, suka makan bayam ( Popeye kali... haha ) , anak pendiam saat
datangnya panggilan alam sedangkan aku... anak seorang dosen sih.. tapi gak
sekaya dan sehebat Zack.. Ayahku dosen
pertanian dan peternakan.. Dan hal yang paling ku benci adalah
peternakan..karena itu adalah hal yang disukai Zack..”.
Lama menunggu temannya
.. Badrun berangkat ke kelas dahulu..
Muncul Zack menghadang
langkah Badrun yang akan lewat didepan Zack...
Zack : “ Hai anak
singkong, ngapain kamu masih menginjakkan kaki disini...! sudah ku peringatkan
1,2,3,4,... ? “ ( sambil menghitung jari )
Badrun menyaut, “
Hmmm... sem...bilan..pul...uh sem ..bilan kali Zack..dan ini yang ke seratus..”
( agak takut dan menundukkan kepala)
Zack : “ Aku belum
selesai bicara!! Dasar anak singkong!!” ( mendorong Badrun hingga tersungkur )
Datang Rikka teman
perempuan sekelas Zack dan Badrun,
Rikka : “ Masih berani
membantah ,hah ? “ ( sambil mengangkat buku yang sedang dipegang ke arah Badrun)
Setelah rikka datang ...
datanglah Nafisah .. seorang anak yang terkenal pandai seantero kampus ini..
Nafisah menghampiri
mereka...
Nafisah : “ Hei... !!
Apa kalian nggak tau sekarang udah jam berapa hm?”
Rikka: “ Hah .. !
memangnya jam berapa? “
Zack : “ Badrun ..
kamu tahu sekarang jam berapa? “
Badrun : “ hm... hm..” ( menggelengkan kepala
)
Nafisah : “ Lihat !!
Pak Syamsul dalam perjalanan menuju kelas .. itu !! “ ( menunjukkan tangan )
Akhirnya mereka
bergegas menuju kelas..
Dalam hati Zack
berkata, “ Hahaha hampir saja kedokku terbongkar.. “
Sedangkan dalam hati
Badrun berkata, “ Ahhh .. akhirnya lega juga bisa lepas dari cengkraman si anak
juragan ayam itu..”
III
Di kelas materi kuliah
pun mulai dibahas..
Pak Syamsul : “ Kali
ini kita akan melanjutkan materi pelajaran kemarin .. dan sekarang membahas dan
mengupas mengenai singkong dan ayam dalam bisnis usaha dan industri.., nanti
kalian mempresenstasikan hasilnya dan saya beri waktu satu jam .. mulai dari
sekarang ..”
Badrun : “ Huh ...
pelajaran yang membosankan.. kapan aku bisa terbebas dari semua ini.. ! “
Zack : “ Wah ini
saatnya aku menunjukkan kemampuanku di hadapan Nafisah.. “ ( sambil memandang Nafisah)
Semua mahasiswa
mengerjakan dengan sungguh-sungguh tugas dari Pak Syamsul.. tapi tidak untuk
Badrun.. Ia lebih memilih tidur dan mengerjakan tugas dengan tidak
bersemangat..
Satu jam
kemudian...........
Pak Syamsul : “ Oke
,... waktu habis ..dan sekarang saatnya presentasi.. silakan maju satu per
satu..”
Zack : “ Pak , Saya
akan maju...” ( mengangkat tangan )
Pak Syamsul : “ Ya
silakan.. Zack..”
Zack maju presentasi
.. dengan beberapa argumen kuat mengenai hasil tugasnya.. menguatkan harapannya
mendapat nilai yang baik menurut
penilaian Pak Syamsul..
Zack : “ Ayam.. bisa
menghasilkan telur.. telur bisa menjadi ayam.. apabila ini terus mengalami
siklus yang baik tanpa ada gangguan mana pun pasti menjadi bisnis besar bagi
peternak ayam.. seperti ayah saya.. “
Semua Audien di kelas
tertawa ..
Pak Syamsul : “ Memang betul apa yang Zack ucapkan..
peternak bisa untung banyak jika usahanya lancar tanpa hambatan apapun.. ya
terima kasih Zack .. silakan kembali..”
Tepuk tangan dari
semua Audien dan Nafisah yang
memperhatikan presentasi Zack membuat Zack besar kepala..
Dalam benak Zack : “
haha yes.. berhasil sesuai rencana ... Nafisah terlihat antusias tadi..”
Merasa harus
memberanikan diri dan menyaingi Zack Badrun maju ..
Badrun : “ Pak ...
eh,,, Yah.. e... Pak saya akan maju “ (
gugup)
Ayah : “ Iya silakan
Badrun...”
Argumen Badrun kalah
bagus dengan milik Zack.. Badrun yang tanpa persiapan maju dengan argumen yang
tak teratur dan tidak jelas arahnya kemana..
Badrun : “ Singkong
baik untuk konsumsi dan sebagai makanan pokok kita... produksi singkong yang
baik itu bila dikemas dengan bungkus yang menarik... dan enak singkongnya jika
dimakan “
Semua Audien
tertawa...mendengarnya..
Pak Syamsul : “ Iya ..
benar produksi yang baik memang seperti apa yang badrun jelaskan tapi kamu
Badrun kurang spesifik dalam pembahasannya.. “ ( lalu menggelengkan kepala)
Dalam hati Badrun : “
huh.. kok mesti aku gagal jika berhadapan dengan anak juragan ayam itu! “
Kelas kuliah sudah selesai... Badrun kecewa
dengan hasil dan presentasinya karena Ayahnya tidak puas dengan Badrun
sedangkan Zack semakin yakin jika Nafisah semakin dekat dengannya.
IV
Di kantin Badrun duduk
termenung.. merenungkan semua hal yang sudah terjadi...
Dalam benaknya ia
berkata, “ Ahhh,.. selalu saja begini ...selalu aku yang salah.. menyebalkan ..
ayah di dumah selalu memarahiku.. marah bagaikan harimau yang mengaum garang
... menatap ku dengan raut muka penuh amarah .. kasihan ibu jadi sasaran.. ibu
setiap kali membela dan membantuku selalu nendapat perkataan pedas dari
ayah,,.. Ibu maafkan Badrun... ( memegang kepala ) , apalagi jika berhadapan
dengan anak juragan ayam itu .. rasa takut ini selalu saja muncul.. membuatku
lemah , tak berdaya, hilalnglah keberanian dalam diri ini..hampa sudah diri ini
“
Saat Badrun masih
duduk tiba – tiba Nafisah dan Rikka datang menghampiri..
Nafisah : “ Badrun
pulang yuk bareng kita –kita nunggu di depan kampus..aja”
Rikka : “ Iya
yuk..dari pada duduk disitu gak ngapa-ngapain ... apaan punya teman kok
menyendiri..”
Akhirnya Badrun
tersenyum dan ikut dengan mereka berdua..
Melihat dari kejauhan
jika Badru jalan bersama Nafisah.. Zack
tampak sebel dan marah..
Zack : “ Awas kau anak
singkong..!!!”
Lalu di depan
kampus....
Badrun : “ hm ..
menurutmu bagaimana tadi presentasiku ? “ ( sambil menggarukkan kepala )
Nafisah : “ Bagus
kok... tapi ada yang kurang ... “
Rikka : “ Iya ada yang
kurang.. kamu kurang jelas tadi penjelasannya.. buat orang bingung..”
Badrun : “ Oh.. hehe
iya itu kesalahanku...”
Melihat Badrun tampak
sedih ketika berada di kantin ... Nafisah bertanya kepadanya ,
“ Badrun... Kamu
kenapa tadi sedih ? “
“ Aku rasa selama ini
aku selalu saja begini.. “, jawab Badrun
“ Maksudnya? “, tanya
Nafisah
“ Selama ini aku yang
salah ... membuat ayah ku marah dengan sikapku..dan keterbatasan ku
ini...memarahiku dengan amarah.. kasihan ibu.. yang jadi sasaran marah
ayah..aku tidak tahu apa sih kelebihanku..aku gak bisa apa-apa..aku ini gak
berguna ....! “ , jawab Badrun (sambil marah)
Sebagai teman yang
baik Nafisah memberi semangat dan saran kepada Badrun ...
“ Tidak.. kamu itu
baik kok.. polos.. dan dibalik kepolosanmu ada kemampuan yang kamu miliki dan
tidak dimiliki sembarang orang lain.. , dan kamu harus mencoba lebih dewasa
dalam berpikir serta bertingkah laku yang semakin dewasa.. “ , kata Nafisah ..(
sambil senyum )
Bis yang biasa dinaiki
Rikka dan Nafisah datang.. Rikka dan Nafisah meniggalkan Badrun yang menuggu
ayahnya keluar dari kampus..
V
Di rumah Badrun... Mendengar
ucapan nafisah Badrun... mulai berpikir dan merenungkannya.. sesamapinya
dirumah pun ia masih memikirkan makna dari ucapan Nafisah..
Ucapan itu seolah memberi suatu sihir semangat
dalam diri Badrun...
Tiba-tiba ... Ia
mencoba memainkan gitar yang ada di atas lemarinya..gitar yang sudah berdebu
milik ayahnya dahulu ketika muda..
Tanpa diduga ternyata
ia dapat memainkan gitar dengan indah...
Permainan gitar itu
terdengar oleh Bu Aisayah.. yang sedang menuju ke kamarnya..
“ Wah kamu bisa main
gitar drun?”, tanya Bu Aisayah..
“ Iya bu... Badrun
bisa.. sudah sejak dulu SMP tapi dulu
masih malu jika dilihat orang bu..”, jawab Badrun ( sambil senyum )
Hati Bu Aisyah senang
melihat potensi bakat anak tunggalnya itu yang bagus..
Malam harinya..
Saat berkumpul di
ruang tamu.. Pak Syamsul memanggil Badrun untuk menemuinya...
Bu Aisyah juga ikut ..
mendampingi anak tercintanya itu..
Pak Syamsul : “
Badrun... ayah mau tanya..”
Badrun : “ iya yah..”
Pak Syamsul : “ Kenapa
kamu tadi presentasi kok buruk.. ? gak belajar? Gak memperhatikan waktu ayah
bicara?hm”
Badrun : “ Badrun
memperhatikan yah.. tapi Badrun memang tidak suka dengan peternakan.. dan
pertanian.., pertanian hanya hobi yah..”
Pak Syamsul : “ Lalu
jika kamu tidak suka dengan pertanian .. Nanti siapa yang meneruskan jejak ayah
Nak!!”
Badrun : “ Iya Badrun
tahu yah tapi bagaimana lagi Badrun tidak suka..”
Pak Syansul : ” Hahh!!
Binguung aku apa yang ada di pikiran kamu ini... Nanti bagaimana usaha singkong
milik ayah mu ini .. nak! “
Badrun : “ Badrun
tetap akan meneruskannya yah! Waluaupun dengan susah payah..! “
Pak Syamsul : “ Haha
.. Meneruskan gimana kamu saja tidak suka dengan pertanian mana bisa kamu kelola...!!
“
Badrun : “ Ayah lupa..
dulu Ayah pernah bilang jika kamu berusaha pasti kamu bisa.. ya kan?”
Pak Syamsul : “ Hah
gak usah bilangin ayah.. dah semua jalan ada ditangan kamu nak,,.. ayah dimuak
dengan semua ini..!”
Bu Aisyah : “ Ayah
sudah gak usah bilang gitu lagi kasihan Badrun..! “
Pak Syamsul : “ Hah..
“ ( meninggalkan ruang tamu)
Bu Aisyah : “ Sabar ya
nak..”
Badrun : “ iya bu “ (
lari menuju kamar tidur)
Malam itu ia benar –
benar terpukul dengan perkataan ayahnya...
Badrun tak bisa tidur
..malam ini ..
Badrun : “ ya
sudahlah.. aku berusaha menjadi lebih baik..!”
Setelah ia
mengkokohkan hatinya dengan yakin dan memaknai perkataan yang Nafisah ucapkan..
Menjadi semangat besar yang meledakkan gelora jiwanya..
Sebelum tidur Badrun
mendapatkan e-mail dari Nafisah bahwa besok ada lomba Music Hotwave di kampus
.. dan Nafisah mengajak Badrun pergi nonton lomba itu bersama teman yang lain..
Vi
Pagi itu tak seperti
biasanya .. Badrun bangun lebih awal.. ia mengerjakan semua kegiatan rumah
mulai dari menyapu, mengepel, mencuci piring dan mencuci mobil milik ayahnya..
Yang lebih bagusnya
lagi ia pagi itu mengecek produksi singkong milik ayahnya.. di halaman belakang
rumah tanpa sepengetahuan ayahnya..
Ia berangkat ke kampus
dengan sepeda balapnya saat dulu SMA..
Di kampus seperti
biasa ia di hadang oleh Zack.. akan tetapi kali ini ia berani melewatinya..
Di Kelas pun ia
terlihat aktif.. membuat ayahnya tersenyum melihat hal itu..
Nafisah senang melihat
perubahan yang terjadi pada Badrun..
Saat melihat lomba
Music Hotwave di aula kampus Fakultas Biologi..
Disana ada banyak juri
dari artis –artis ternama ..dari grup band dan penyanyi solo terkenal..
Ketika itu Badrun
malah didaftarkan oleh Nafisah dan teman-temannya..
Zack terlihat senang melihat hal itu, ia yakin jika Badrun akan kalah nantinya dan
hanya membuat malu saja..
Zack : “ Pasti si anak
singkong itu akan kalah ..haha , dan Nafisah akan malu lalu menjauhinya..”
Nafisah : “ ayo..
semangat ya drun.. haha”
Rikka : “ Ayo semangat
..! “
Badrun : “ Hah kalian
... malah mendaftarkanku segala... ya sudahlah tak apa .. oke,... ! semangat!”
Semua peserta sudah
maju ...sekarang giliran Badrun...
Badrun memainkan
gitarnya ..membuat semua orang tercengang dengan kemampuannya bermain gitar...
Semua ikut irama yang
dimainkan Badrun melambaikan tangan ke atas...
Nafisah : “ Wah
ternyata Badrun bisa ya main gitar jago.. lagi “
Rikka : “ iya hebat
dia “
Mendengar hal itu ..
Zack menggerutu..
Zack : “ Sial.. kenapa
dia malah hebat gitu dan Nafisah semakin suka dengannya..”
Dan tiba waktunya
pengumuman..
Semua peserta dag dig
dug jantung mendengar keputusan dari dewan juri,...
“ Dan Pemenangnya
adalah..............” , kata MC acara
“ BBAaaaDRuuun !” ,
sahut MC acara
Badrun : “
Alhamdulillah.. Aku Berhasil...!! Teman –teman ..Aku berhasil...!!” (
melambaikan tangan ke arah meraka)
Nafisah dan Rikka : “ hore.... iya kamu
berhasil...” ( melambaikan tangan )
Zack : “ Sial... AKU
KALAH dari anak singkong itu.....! “ ( menundukkan kepala)
Ternyata di sana Pak
Syamsul dan Bu Aisyah menyaksikan penampilan Badrun..
Badrun : “ Ayah ,
....... Ibu.........!!! ini untuk kalian berdua . ,” (meneteskan air mata)
Pak Syamsul dan Bu
Aisyah : “ Iya ... !! Kami bangga padamu nak..!” ( terharu)
Akhirnya mereka semua
berkumpul dan merayakan kemenangan Badrun..
Akan tetapi di saat
itu Badrun tak melihat ada Zack ,.. Ia cari akhirnya ketemu..
Zack: “ Maafkan aku
selama ini ya drun.. aku tidak menjadi teman kamu yang baik,,” ( menundukkan
kepala)
Badrun : “ Iya .. aku
sudah memaafkan mu kok.. , yuk gabung bareng disana..” ( menunjukkan letak ayah
, ibu , Nafisahda Rikka berada )
Akhirnya semua sudah
berkumpul dan ...menikmati makanan untuk memeriahkan kemenangan dan perubahan
positif dalam diri Badrun....
Semua senang.. tak ada
sedih semua kesedihan hilang dengan kehadiran sosok Badrun yang
sebenarnya........
THE END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar