Sabtu, 12 Oktober 2013

Naskah Drama " Diriku Hampa "

Diriku Hampa
I
Di rumah Badrun....
Pagi hari seperti biasa suasana sibuk tak bisa lepas dari keluarga Pak Syamsul, ada saja kegiatan pagi yang harus keluarga itu penuhi.. dimulai dari Pak Syamsul ( Ayah ) yang mengecek produksi singkongnya di halaman belakang rumah dan Bu Aisyah ( Ibu )  yang menyiapkan makan pagi lezat untuk keluarganya.. tapi hal itu tidak berlaku untuk Badrun, ia masih tertidur pulas diatas kasur empuk berselimut tebal..
Jam menunjukkan pukul tujuh .. Pak Syamsul mulai kembali ke rumah untuk menyantap sarapan pagi, Bu Aisyah pun sudah menyelesaikan masakan lezatnya ...
Badrun masih asyik bermimpi dalam tidurnya...
“ Seorang pemuda berduit tebal, tunggangan ku gak kalah bagus sama anak presiden : motor Ducati Corse dan mobil BMW ini serasa pas ditunggangi dengan wajah tampan pemiliknya , aku..memiliki semua yang ku inginkan.. tapi ada satu yang kurang yaitu menjadi Astronot...Impian untuk menginjak tanah bulan selalu melekat dipikiranku. Akhirnya ku diberi kesempatan oleh NASA untuk terbang ke bulan dengan roket khusus untukku.. Lepas  landas dari Nevada lau melewati Atmosfer yang selapis tebal dengan ozon yang mulai berlubang... Dan aku berhasil terbang ke angkasa.. Lalu ini saat yang menegangkan bagiku ... menginjak tanah bulan...! oke, satu, dua, tiga! Aku lompat ke luar pesawat..dan... Aku terjatuh!!! ......Ternyata aku tertarik medan magnet ... Aahh... tolong! , tolong! ..”.
Mimpi itu berakhir ketika Badrun mulai terbawa suasana mimpi yaitu saat ia terjatuh... dan akhirnya ia terjatu dari tempat tidur empuknya itu...
Badrun : Dug.... “ Aduhh....! “ ( terjatuh dari kasur )
Ummi   : “ Badrun, kau  kenapa nak? “ ( terlihat cemas sambil menata hidangan di meja makan )
Abah     :  “Sudah biarkan saja, dia itu laki-laki sudah besar lagi.. Ummi jangan terlalu memanjakannya, Dia bisa bangun sendiri !”
Ummi : “ Memanjakannya bagaimana abah? “
Abah : “ Jangan terlalu cemas kepada Badrun! “

Badrun datang ke meja makan..
Badrun : “ Aduh, lapar sekali mi...!” ( sambil memegang perut )
Ummi : “ Sarapannya ini sudah ummi siapakan.. tuh ada susu jahe kesukaanmu .. cepat dimakan nak..! “ ( tersenyum melihat anaknya )
Tiba – tiba Abah menyaut ...
Ayah : “ Lha ini ..., apa ini namanya nggak memanjakan anak bu? “
Ibu : “ Ayah..! sudah..”

Setelah makan sarapan bersama –sama, aktivitas selanjutnya Badrun pergi kuliah dengan ayahnya.. dan kebetulan ayahnya seorang dosen di  tempat kuliah Badrun.
Badrun : “ Ibu.. !! mana kacamata, buku dan bekalku? “
Ayah : “ Dasar anak manja .., cari saja sendiri !! “
Ibu : “ Sudah.. sudah... , ini semua sudah ibu siapkan, “
Ayah : “ Hah , selalu saja begini..,ya sudah bu .. Ayah berangkat.. Assalamualaikum! “
Ibu : “ Iya Yah, Hati – hati Badrun... Waalaikumsalam ..” ( melambaikan tangan )


II
Setelah lima belas menit berada di mobil .. Akhirnya tibalah Badrun dan ayahnya di sekolah ..
Badrun turun di tempat biasanya.. dekat taman bunga samping lapangan basket Fakultas Biologi..
Duduk menunggu teman-temannya datang menghampirinya...sambil menunggu dalam benaknya ia berkata, “  Sudah ke-99 kalinya diriku merasa terancam dengan keberadaan Zack dan sekarang adalah yang ke-100 kalinya. Aku harus memberanikan diri didepannya , namun setiap kali akumemberanikan diri .. aku merasa tidak mampu melakukannya.., karena Zack adalah anak juragan ayam, pandai menyelam, suka makan bayam ( Popeye kali... haha ) , anak pendiam saat datangnya panggilan alam sedangkan aku... anak seorang dosen sih.. tapi gak sekaya dan sehebat Zack.. Ayahku  dosen pertanian dan peternakan.. Dan hal yang paling ku benci adalah peternakan..karena itu adalah hal yang disukai Zack..”.

Lama menunggu temannya .. Badrun berangkat ke kelas dahulu..
Muncul Zack menghadang langkah Badrun yang akan lewat didepan Zack...
Zack : “ Hai anak singkong, ngapain kamu masih menginjakkan kaki disini...! sudah ku peringatkan 1,2,3,4,... ? “ ( sambil menghitung jari )
Badrun menyaut, “ Hmmm... sem...bilan..pul...uh sem ..bilan kali Zack..dan ini yang ke seratus..” ( agak takut dan menundukkan kepala)
Zack : “ Aku belum selesai bicara!! Dasar anak singkong!!” ( mendorong Badrun hingga tersungkur )
Datang Rikka teman perempuan sekelas Zack dan Badrun,
Rikka : “ Masih berani membantah ,hah ? “ ( sambil mengangkat buku yang sedang dipegang  ke arah Badrun)
Setelah rikka datang ... datanglah Nafisah .. seorang anak yang terkenal pandai seantero kampus ini..
Nafisah menghampiri mereka...
Nafisah : “ Hei... !! Apa kalian nggak tau sekarang udah jam berapa hm?”
Rikka: “ Hah .. ! memangnya jam berapa? “
Zack : “ Badrun .. kamu tahu sekarang jam berapa? “
 Badrun : “ hm... hm..” ( menggelengkan kepala )
Nafisah : “ Lihat !! Pak Syamsul dalam perjalanan menuju kelas .. itu !! “ ( menunjukkan tangan )
Akhirnya mereka bergegas menuju kelas..
Dalam hati Zack berkata, “ Hahaha hampir saja kedokku terbongkar.. “
Sedangkan dalam hati Badrun berkata, “ Ahhh .. akhirnya lega juga bisa lepas dari cengkraman si anak juragan ayam itu..”

III

Di kelas materi kuliah pun mulai dibahas..
Pak Syamsul : “ Kali ini kita akan melanjutkan materi pelajaran kemarin .. dan sekarang membahas dan mengupas mengenai singkong dan ayam dalam bisnis usaha dan industri.., nanti kalian mempresenstasikan hasilnya dan saya beri waktu satu jam .. mulai dari sekarang ..”
Badrun : “ Huh ... pelajaran yang membosankan.. kapan aku bisa terbebas dari semua ini.. ! “
Zack : “ Wah ini saatnya aku menunjukkan kemampuanku di hadapan Nafisah.. “  ( sambil memandang Nafisah)
Semua mahasiswa mengerjakan dengan sungguh-sungguh tugas dari Pak Syamsul.. tapi tidak untuk Badrun.. Ia lebih memilih tidur dan mengerjakan tugas dengan tidak bersemangat..
Satu jam kemudian...........
Pak Syamsul : “ Oke ,... waktu habis ..dan sekarang saatnya presentasi.. silakan maju satu per satu..”
Zack : “ Pak , Saya akan maju...” ( mengangkat tangan )
Pak Syamsul : “ Ya silakan.. Zack..”
Zack maju presentasi .. dengan beberapa argumen kuat mengenai hasil tugasnya.. menguatkan harapannya mendapat  nilai yang baik menurut penilaian Pak Syamsul..
Zack : “ Ayam.. bisa menghasilkan telur.. telur bisa menjadi ayam.. apabila ini terus mengalami siklus yang baik tanpa ada gangguan mana pun pasti menjadi bisnis besar bagi peternak ayam.. seperti ayah saya.. “
Semua Audien di kelas tertawa ..
Pak Syamsul  : “ Memang betul apa yang Zack ucapkan.. peternak bisa untung banyak jika usahanya lancar tanpa hambatan apapun.. ya terima kasih Zack .. silakan kembali..”
Tepuk tangan dari semua  Audien dan Nafisah yang memperhatikan presentasi Zack membuat Zack besar kepala..
Dalam benak Zack : “ haha yes.. berhasil sesuai rencana ... Nafisah terlihat antusias tadi..”
Merasa harus memberanikan diri dan menyaingi Zack Badrun maju ..
Badrun : “ Pak ... eh,,, Yah..  e... Pak saya akan maju “ ( gugup)
Ayah : “ Iya silakan Badrun...”
Argumen Badrun kalah bagus dengan milik Zack.. Badrun yang tanpa persiapan maju dengan argumen yang tak teratur dan tidak jelas arahnya kemana..
Badrun : “ Singkong baik untuk konsumsi dan sebagai makanan pokok kita... produksi singkong yang baik itu bila dikemas dengan bungkus yang menarik... dan enak singkongnya jika dimakan “
Semua Audien tertawa...mendengarnya..
Pak Syamsul : “ Iya .. benar produksi yang baik memang seperti apa yang badrun jelaskan tapi kamu Badrun kurang spesifik dalam pembahasannya.. “ ( lalu menggelengkan kepala)
Dalam hati Badrun : “ huh.. kok mesti aku gagal jika berhadapan dengan anak juragan ayam itu! “
 Kelas kuliah sudah selesai... Badrun kecewa dengan hasil dan presentasinya karena Ayahnya tidak puas dengan Badrun sedangkan Zack semakin yakin jika Nafisah semakin dekat dengannya.

IV
Di kantin Badrun duduk termenung.. merenungkan semua hal yang sudah terjadi...
Dalam benaknya ia berkata, “ Ahhh,.. selalu saja begini ...selalu aku yang salah.. menyebalkan .. ayah di dumah selalu memarahiku.. marah bagaikan harimau yang mengaum garang ... menatap ku dengan raut muka penuh amarah .. kasihan ibu jadi sasaran.. ibu setiap kali membela dan membantuku selalu nendapat perkataan pedas dari ayah,,.. Ibu maafkan Badrun... ( memegang kepala ) , apalagi jika berhadapan dengan anak juragan ayam itu .. rasa takut ini selalu saja muncul.. membuatku lemah , tak berdaya, hilalnglah keberanian dalam diri ini..hampa sudah diri ini “
Saat Badrun masih duduk tiba – tiba Nafisah dan Rikka datang menghampiri..
Nafisah : “ Badrun pulang yuk bareng kita –kita nunggu di depan kampus..aja”
Rikka : “ Iya yuk..dari pada duduk disitu gak ngapa-ngapain ... apaan punya teman kok menyendiri..”
Akhirnya Badrun tersenyum dan ikut dengan mereka berdua..
Melihat dari kejauhan jika Badru  jalan bersama Nafisah.. Zack tampak sebel dan marah..
Zack : “ Awas kau anak singkong..!!!”
Lalu di depan kampus....
Badrun : “ hm .. menurutmu bagaimana tadi presentasiku ? “ ( sambil menggarukkan kepala )
Nafisah : “ Bagus kok... tapi ada yang kurang ... “
Rikka : “ Iya ada yang kurang.. kamu kurang jelas tadi penjelasannya.. buat orang bingung..”
Badrun : “ Oh.. hehe iya itu kesalahanku...”
Melihat Badrun tampak sedih ketika berada di kantin ... Nafisah bertanya kepadanya ,
“ Badrun... Kamu kenapa tadi sedih ? “
“ Aku rasa selama ini aku selalu saja begini.. “, jawab Badrun
“ Maksudnya? “, tanya Nafisah
“ Selama ini aku yang salah ... membuat ayah ku marah dengan sikapku..dan keterbatasan ku ini...memarahiku dengan amarah.. kasihan ibu.. yang jadi sasaran marah ayah..aku tidak tahu apa sih kelebihanku..aku gak bisa apa-apa..aku ini gak berguna ....! “ , jawab Badrun (sambil marah)
Sebagai teman yang baik Nafisah memberi semangat dan saran kepada Badrun ...
“ Tidak.. kamu itu baik kok.. polos.. dan dibalik kepolosanmu ada kemampuan yang kamu miliki dan tidak dimiliki sembarang orang lain.. , dan kamu harus mencoba lebih dewasa dalam berpikir serta bertingkah laku yang semakin dewasa.. “ , kata Nafisah ..( sambil senyum )
Bis yang biasa dinaiki Rikka dan Nafisah datang.. Rikka dan Nafisah meniggalkan Badrun yang menuggu ayahnya keluar dari kampus..

V
Di rumah Badrun... Mendengar ucapan nafisah Badrun... mulai berpikir dan merenungkannya.. sesamapinya dirumah pun ia masih memikirkan makna dari ucapan Nafisah..
 Ucapan itu seolah memberi suatu sihir semangat dalam diri Badrun...
Tiba-tiba ... Ia mencoba memainkan gitar yang ada di atas lemarinya..gitar yang sudah berdebu milik ayahnya dahulu ketika muda..
Tanpa diduga ternyata ia dapat memainkan gitar dengan indah...
Permainan gitar itu terdengar oleh Bu Aisayah.. yang sedang menuju ke kamarnya..
“ Wah kamu bisa main gitar drun?”, tanya Bu Aisayah..
“ Iya bu... Badrun bisa.. sudah sejak dulu SMP  tapi dulu masih malu jika dilihat orang bu..”, jawab Badrun ( sambil senyum )
Hati Bu Aisyah senang melihat potensi bakat anak tunggalnya itu yang bagus..
Malam harinya..
Saat berkumpul di ruang tamu.. Pak Syamsul memanggil Badrun untuk menemuinya...
Bu Aisyah juga ikut .. mendampingi anak tercintanya itu..
Pak Syamsul : “ Badrun... ayah mau tanya..”
Badrun : “ iya yah..”
Pak Syamsul : “ Kenapa kamu tadi presentasi kok buruk.. ? gak belajar? Gak memperhatikan waktu ayah bicara?hm”
Badrun : “ Badrun memperhatikan yah.. tapi Badrun memang tidak suka dengan peternakan.. dan pertanian.., pertanian hanya hobi yah..”
Pak Syamsul : “ Lalu jika kamu tidak suka dengan pertanian .. Nanti siapa yang meneruskan jejak ayah Nak!!”
Badrun : “ Iya Badrun tahu yah tapi bagaimana lagi Badrun tidak suka..”
Pak Syansul : ” Hahh!! Binguung aku apa yang ada di pikiran kamu ini... Nanti bagaimana usaha singkong milik ayah mu ini .. nak! “
Badrun : “ Badrun tetap akan meneruskannya yah! Waluaupun dengan susah payah..! “
Pak Syamsul : “ Haha .. Meneruskan gimana kamu saja tidak suka dengan pertanian mana bisa kamu kelola...!! “
Badrun : “ Ayah lupa.. dulu Ayah pernah bilang jika kamu berusaha pasti kamu bisa.. ya kan?”
Pak Syamsul : “ Hah gak usah bilangin ayah.. dah semua jalan ada ditangan kamu nak,,.. ayah dimuak dengan semua ini..!”
Bu Aisyah : “ Ayah sudah gak usah bilang gitu lagi kasihan Badrun..! “
Pak Syamsul : “ Hah.. “ ( meninggalkan ruang tamu)
Bu Aisyah : “ Sabar ya nak..”
Badrun : “ iya bu “ ( lari menuju kamar tidur)
Malam itu ia benar – benar terpukul dengan perkataan ayahnya...
Badrun tak bisa tidur ..malam ini ..
Badrun : “ ya sudahlah.. aku berusaha menjadi lebih baik..!”
Setelah ia mengkokohkan hatinya dengan yakin dan memaknai perkataan yang Nafisah ucapkan.. Menjadi semangat besar yang meledakkan gelora jiwanya..
Sebelum tidur Badrun mendapatkan e-mail dari Nafisah bahwa besok ada lomba Music Hotwave di kampus .. dan Nafisah mengajak Badrun pergi nonton lomba itu bersama teman yang lain..
Vi
Pagi itu tak seperti biasanya .. Badrun bangun lebih awal.. ia mengerjakan semua kegiatan rumah mulai dari menyapu, mengepel, mencuci piring dan mencuci mobil milik ayahnya..
Yang lebih bagusnya lagi ia pagi itu mengecek produksi singkong milik ayahnya.. di halaman belakang rumah tanpa sepengetahuan ayahnya..
Ia berangkat ke kampus dengan sepeda balapnya saat dulu SMA..
Di kampus seperti biasa ia di hadang oleh Zack.. akan tetapi kali ini ia berani melewatinya..
Di Kelas pun ia terlihat aktif.. membuat ayahnya tersenyum melihat hal itu..
Nafisah senang melihat perubahan yang terjadi pada Badrun..

Saat melihat lomba Music Hotwave di aula kampus Fakultas Biologi..
Disana ada banyak juri dari artis –artis ternama ..dari grup band dan penyanyi solo terkenal..
Ketika itu Badrun malah didaftarkan oleh Nafisah dan teman-temannya..
 Zack terlihat senang melihat hal itu,  ia yakin jika Badrun akan kalah nantinya dan hanya membuat  malu saja..
Zack : “ Pasti si anak singkong itu akan kalah ..haha , dan Nafisah akan malu lalu menjauhinya..”
Nafisah : “ ayo.. semangat ya drun.. haha”
Rikka : “ Ayo semangat ..! “
Badrun : “ Hah kalian ... malah mendaftarkanku segala... ya sudahlah tak apa .. oke,... ! semangat!”

Semua peserta sudah maju ...sekarang giliran Badrun...
Badrun memainkan gitarnya ..membuat semua orang tercengang dengan kemampuannya bermain gitar...
Semua ikut irama yang dimainkan Badrun melambaikan tangan ke atas...
Nafisah : “ Wah ternyata Badrun bisa ya main gitar jago.. lagi “
Rikka : “ iya hebat dia “
Mendengar hal itu .. Zack menggerutu..
Zack : “ Sial.. kenapa dia malah hebat gitu dan Nafisah semakin suka dengannya..”
Dan tiba waktunya pengumuman..
Semua peserta dag dig dug jantung mendengar keputusan dari dewan juri,...
“ Dan Pemenangnya adalah..............” , kata MC acara
“ BBAaaaDRuuun !” , sahut MC acara
Badrun : “ Alhamdulillah.. Aku Berhasil...!! Teman –teman ..Aku berhasil...!!” ( melambaikan tangan ke arah meraka)
 Nafisah dan Rikka : “ hore.... iya kamu berhasil...” ( melambaikan tangan )
Zack : “ Sial... AKU KALAH dari anak singkong itu.....! “ ( menundukkan kepala)
Ternyata di sana Pak Syamsul dan Bu Aisyah menyaksikan penampilan Badrun..
Badrun : “ Ayah , ....... Ibu.........!!! ini untuk kalian berdua . ,” (meneteskan air mata)
Pak Syamsul dan Bu Aisyah : “ Iya ... !! Kami bangga padamu nak..!”  ( terharu)
Akhirnya mereka semua berkumpul dan merayakan kemenangan Badrun..
Akan tetapi di saat itu Badrun tak melihat ada Zack ,.. Ia cari akhirnya ketemu..
Zack: “ Maafkan aku selama ini ya drun.. aku tidak menjadi teman kamu yang baik,,” ( menundukkan kepala)
Badrun : “ Iya .. aku sudah memaafkan mu kok.. , yuk gabung bareng disana..” ( menunjukkan letak ayah , ibu , Nafisahda Rikka berada )
Akhirnya semua sudah berkumpul dan ...menikmati makanan untuk memeriahkan kemenangan dan perubahan positif dalam diri Badrun....
Semua senang.. tak ada sedih semua kesedihan hilang dengan kehadiran sosok Badrun yang sebenarnya........

THE END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar