Sabtu, 12 Oktober 2013

Naskah Drama " Diriku Hampa "

Diriku Hampa
I
Di rumah Badrun....
Pagi hari seperti biasa suasana sibuk tak bisa lepas dari keluarga Pak Syamsul, ada saja kegiatan pagi yang harus keluarga itu penuhi.. dimulai dari Pak Syamsul ( Ayah ) yang mengecek produksi singkongnya di halaman belakang rumah dan Bu Aisyah ( Ibu )  yang menyiapkan makan pagi lezat untuk keluarganya.. tapi hal itu tidak berlaku untuk Badrun, ia masih tertidur pulas diatas kasur empuk berselimut tebal..
Jam menunjukkan pukul tujuh .. Pak Syamsul mulai kembali ke rumah untuk menyantap sarapan pagi, Bu Aisyah pun sudah menyelesaikan masakan lezatnya ...
Badrun masih asyik bermimpi dalam tidurnya...
“ Seorang pemuda berduit tebal, tunggangan ku gak kalah bagus sama anak presiden : motor Ducati Corse dan mobil BMW ini serasa pas ditunggangi dengan wajah tampan pemiliknya , aku..memiliki semua yang ku inginkan.. tapi ada satu yang kurang yaitu menjadi Astronot...Impian untuk menginjak tanah bulan selalu melekat dipikiranku. Akhirnya ku diberi kesempatan oleh NASA untuk terbang ke bulan dengan roket khusus untukku.. Lepas  landas dari Nevada lau melewati Atmosfer yang selapis tebal dengan ozon yang mulai berlubang... Dan aku berhasil terbang ke angkasa.. Lalu ini saat yang menegangkan bagiku ... menginjak tanah bulan...! oke, satu, dua, tiga! Aku lompat ke luar pesawat..dan... Aku terjatuh!!! ......Ternyata aku tertarik medan magnet ... Aahh... tolong! , tolong! ..”.
Mimpi itu berakhir ketika Badrun mulai terbawa suasana mimpi yaitu saat ia terjatuh... dan akhirnya ia terjatu dari tempat tidur empuknya itu...
Badrun : Dug.... “ Aduhh....! “ ( terjatuh dari kasur )
Ummi   : “ Badrun, kau  kenapa nak? “ ( terlihat cemas sambil menata hidangan di meja makan )
Abah     :  “Sudah biarkan saja, dia itu laki-laki sudah besar lagi.. Ummi jangan terlalu memanjakannya, Dia bisa bangun sendiri !”
Ummi : “ Memanjakannya bagaimana abah? “
Abah : “ Jangan terlalu cemas kepada Badrun! “

Badrun datang ke meja makan..
Badrun : “ Aduh, lapar sekali mi...!” ( sambil memegang perut )
Ummi : “ Sarapannya ini sudah ummi siapakan.. tuh ada susu jahe kesukaanmu .. cepat dimakan nak..! “ ( tersenyum melihat anaknya )
Tiba – tiba Abah menyaut ...
Ayah : “ Lha ini ..., apa ini namanya nggak memanjakan anak bu? “
Ibu : “ Ayah..! sudah..”

Setelah makan sarapan bersama –sama, aktivitas selanjutnya Badrun pergi kuliah dengan ayahnya.. dan kebetulan ayahnya seorang dosen di  tempat kuliah Badrun.
Badrun : “ Ibu.. !! mana kacamata, buku dan bekalku? “
Ayah : “ Dasar anak manja .., cari saja sendiri !! “
Ibu : “ Sudah.. sudah... , ini semua sudah ibu siapkan, “
Ayah : “ Hah , selalu saja begini..,ya sudah bu .. Ayah berangkat.. Assalamualaikum! “
Ibu : “ Iya Yah, Hati – hati Badrun... Waalaikumsalam ..” ( melambaikan tangan )


II
Setelah lima belas menit berada di mobil .. Akhirnya tibalah Badrun dan ayahnya di sekolah ..
Badrun turun di tempat biasanya.. dekat taman bunga samping lapangan basket Fakultas Biologi..
Duduk menunggu teman-temannya datang menghampirinya...sambil menunggu dalam benaknya ia berkata, “  Sudah ke-99 kalinya diriku merasa terancam dengan keberadaan Zack dan sekarang adalah yang ke-100 kalinya. Aku harus memberanikan diri didepannya , namun setiap kali akumemberanikan diri .. aku merasa tidak mampu melakukannya.., karena Zack adalah anak juragan ayam, pandai menyelam, suka makan bayam ( Popeye kali... haha ) , anak pendiam saat datangnya panggilan alam sedangkan aku... anak seorang dosen sih.. tapi gak sekaya dan sehebat Zack.. Ayahku  dosen pertanian dan peternakan.. Dan hal yang paling ku benci adalah peternakan..karena itu adalah hal yang disukai Zack..”.

Lama menunggu temannya .. Badrun berangkat ke kelas dahulu..
Muncul Zack menghadang langkah Badrun yang akan lewat didepan Zack...
Zack : “ Hai anak singkong, ngapain kamu masih menginjakkan kaki disini...! sudah ku peringatkan 1,2,3,4,... ? “ ( sambil menghitung jari )
Badrun menyaut, “ Hmmm... sem...bilan..pul...uh sem ..bilan kali Zack..dan ini yang ke seratus..” ( agak takut dan menundukkan kepala)
Zack : “ Aku belum selesai bicara!! Dasar anak singkong!!” ( mendorong Badrun hingga tersungkur )
Datang Rikka teman perempuan sekelas Zack dan Badrun,
Rikka : “ Masih berani membantah ,hah ? “ ( sambil mengangkat buku yang sedang dipegang  ke arah Badrun)
Setelah rikka datang ... datanglah Nafisah .. seorang anak yang terkenal pandai seantero kampus ini..
Nafisah menghampiri mereka...
Nafisah : “ Hei... !! Apa kalian nggak tau sekarang udah jam berapa hm?”
Rikka: “ Hah .. ! memangnya jam berapa? “
Zack : “ Badrun .. kamu tahu sekarang jam berapa? “
 Badrun : “ hm... hm..” ( menggelengkan kepala )
Nafisah : “ Lihat !! Pak Syamsul dalam perjalanan menuju kelas .. itu !! “ ( menunjukkan tangan )
Akhirnya mereka bergegas menuju kelas..
Dalam hati Zack berkata, “ Hahaha hampir saja kedokku terbongkar.. “
Sedangkan dalam hati Badrun berkata, “ Ahhh .. akhirnya lega juga bisa lepas dari cengkraman si anak juragan ayam itu..”

III

Di kelas materi kuliah pun mulai dibahas..
Pak Syamsul : “ Kali ini kita akan melanjutkan materi pelajaran kemarin .. dan sekarang membahas dan mengupas mengenai singkong dan ayam dalam bisnis usaha dan industri.., nanti kalian mempresenstasikan hasilnya dan saya beri waktu satu jam .. mulai dari sekarang ..”
Badrun : “ Huh ... pelajaran yang membosankan.. kapan aku bisa terbebas dari semua ini.. ! “
Zack : “ Wah ini saatnya aku menunjukkan kemampuanku di hadapan Nafisah.. “  ( sambil memandang Nafisah)
Semua mahasiswa mengerjakan dengan sungguh-sungguh tugas dari Pak Syamsul.. tapi tidak untuk Badrun.. Ia lebih memilih tidur dan mengerjakan tugas dengan tidak bersemangat..
Satu jam kemudian...........
Pak Syamsul : “ Oke ,... waktu habis ..dan sekarang saatnya presentasi.. silakan maju satu per satu..”
Zack : “ Pak , Saya akan maju...” ( mengangkat tangan )
Pak Syamsul : “ Ya silakan.. Zack..”
Zack maju presentasi .. dengan beberapa argumen kuat mengenai hasil tugasnya.. menguatkan harapannya mendapat  nilai yang baik menurut penilaian Pak Syamsul..
Zack : “ Ayam.. bisa menghasilkan telur.. telur bisa menjadi ayam.. apabila ini terus mengalami siklus yang baik tanpa ada gangguan mana pun pasti menjadi bisnis besar bagi peternak ayam.. seperti ayah saya.. “
Semua Audien di kelas tertawa ..
Pak Syamsul  : “ Memang betul apa yang Zack ucapkan.. peternak bisa untung banyak jika usahanya lancar tanpa hambatan apapun.. ya terima kasih Zack .. silakan kembali..”
Tepuk tangan dari semua  Audien dan Nafisah yang memperhatikan presentasi Zack membuat Zack besar kepala..
Dalam benak Zack : “ haha yes.. berhasil sesuai rencana ... Nafisah terlihat antusias tadi..”
Merasa harus memberanikan diri dan menyaingi Zack Badrun maju ..
Badrun : “ Pak ... eh,,, Yah..  e... Pak saya akan maju “ ( gugup)
Ayah : “ Iya silakan Badrun...”
Argumen Badrun kalah bagus dengan milik Zack.. Badrun yang tanpa persiapan maju dengan argumen yang tak teratur dan tidak jelas arahnya kemana..
Badrun : “ Singkong baik untuk konsumsi dan sebagai makanan pokok kita... produksi singkong yang baik itu bila dikemas dengan bungkus yang menarik... dan enak singkongnya jika dimakan “
Semua Audien tertawa...mendengarnya..
Pak Syamsul : “ Iya .. benar produksi yang baik memang seperti apa yang badrun jelaskan tapi kamu Badrun kurang spesifik dalam pembahasannya.. “ ( lalu menggelengkan kepala)
Dalam hati Badrun : “ huh.. kok mesti aku gagal jika berhadapan dengan anak juragan ayam itu! “
 Kelas kuliah sudah selesai... Badrun kecewa dengan hasil dan presentasinya karena Ayahnya tidak puas dengan Badrun sedangkan Zack semakin yakin jika Nafisah semakin dekat dengannya.

IV
Di kantin Badrun duduk termenung.. merenungkan semua hal yang sudah terjadi...
Dalam benaknya ia berkata, “ Ahhh,.. selalu saja begini ...selalu aku yang salah.. menyebalkan .. ayah di dumah selalu memarahiku.. marah bagaikan harimau yang mengaum garang ... menatap ku dengan raut muka penuh amarah .. kasihan ibu jadi sasaran.. ibu setiap kali membela dan membantuku selalu nendapat perkataan pedas dari ayah,,.. Ibu maafkan Badrun... ( memegang kepala ) , apalagi jika berhadapan dengan anak juragan ayam itu .. rasa takut ini selalu saja muncul.. membuatku lemah , tak berdaya, hilalnglah keberanian dalam diri ini..hampa sudah diri ini “
Saat Badrun masih duduk tiba – tiba Nafisah dan Rikka datang menghampiri..
Nafisah : “ Badrun pulang yuk bareng kita –kita nunggu di depan kampus..aja”
Rikka : “ Iya yuk..dari pada duduk disitu gak ngapa-ngapain ... apaan punya teman kok menyendiri..”
Akhirnya Badrun tersenyum dan ikut dengan mereka berdua..
Melihat dari kejauhan jika Badru  jalan bersama Nafisah.. Zack tampak sebel dan marah..
Zack : “ Awas kau anak singkong..!!!”
Lalu di depan kampus....
Badrun : “ hm .. menurutmu bagaimana tadi presentasiku ? “ ( sambil menggarukkan kepala )
Nafisah : “ Bagus kok... tapi ada yang kurang ... “
Rikka : “ Iya ada yang kurang.. kamu kurang jelas tadi penjelasannya.. buat orang bingung..”
Badrun : “ Oh.. hehe iya itu kesalahanku...”
Melihat Badrun tampak sedih ketika berada di kantin ... Nafisah bertanya kepadanya ,
“ Badrun... Kamu kenapa tadi sedih ? “
“ Aku rasa selama ini aku selalu saja begini.. “, jawab Badrun
“ Maksudnya? “, tanya Nafisah
“ Selama ini aku yang salah ... membuat ayah ku marah dengan sikapku..dan keterbatasan ku ini...memarahiku dengan amarah.. kasihan ibu.. yang jadi sasaran marah ayah..aku tidak tahu apa sih kelebihanku..aku gak bisa apa-apa..aku ini gak berguna ....! “ , jawab Badrun (sambil marah)
Sebagai teman yang baik Nafisah memberi semangat dan saran kepada Badrun ...
“ Tidak.. kamu itu baik kok.. polos.. dan dibalik kepolosanmu ada kemampuan yang kamu miliki dan tidak dimiliki sembarang orang lain.. , dan kamu harus mencoba lebih dewasa dalam berpikir serta bertingkah laku yang semakin dewasa.. “ , kata Nafisah ..( sambil senyum )
Bis yang biasa dinaiki Rikka dan Nafisah datang.. Rikka dan Nafisah meniggalkan Badrun yang menuggu ayahnya keluar dari kampus..

V
Di rumah Badrun... Mendengar ucapan nafisah Badrun... mulai berpikir dan merenungkannya.. sesamapinya dirumah pun ia masih memikirkan makna dari ucapan Nafisah..
 Ucapan itu seolah memberi suatu sihir semangat dalam diri Badrun...
Tiba-tiba ... Ia mencoba memainkan gitar yang ada di atas lemarinya..gitar yang sudah berdebu milik ayahnya dahulu ketika muda..
Tanpa diduga ternyata ia dapat memainkan gitar dengan indah...
Permainan gitar itu terdengar oleh Bu Aisayah.. yang sedang menuju ke kamarnya..
“ Wah kamu bisa main gitar drun?”, tanya Bu Aisayah..
“ Iya bu... Badrun bisa.. sudah sejak dulu SMP  tapi dulu masih malu jika dilihat orang bu..”, jawab Badrun ( sambil senyum )
Hati Bu Aisyah senang melihat potensi bakat anak tunggalnya itu yang bagus..
Malam harinya..
Saat berkumpul di ruang tamu.. Pak Syamsul memanggil Badrun untuk menemuinya...
Bu Aisyah juga ikut .. mendampingi anak tercintanya itu..
Pak Syamsul : “ Badrun... ayah mau tanya..”
Badrun : “ iya yah..”
Pak Syamsul : “ Kenapa kamu tadi presentasi kok buruk.. ? gak belajar? Gak memperhatikan waktu ayah bicara?hm”
Badrun : “ Badrun memperhatikan yah.. tapi Badrun memang tidak suka dengan peternakan.. dan pertanian.., pertanian hanya hobi yah..”
Pak Syamsul : “ Lalu jika kamu tidak suka dengan pertanian .. Nanti siapa yang meneruskan jejak ayah Nak!!”
Badrun : “ Iya Badrun tahu yah tapi bagaimana lagi Badrun tidak suka..”
Pak Syansul : ” Hahh!! Binguung aku apa yang ada di pikiran kamu ini... Nanti bagaimana usaha singkong milik ayah mu ini .. nak! “
Badrun : “ Badrun tetap akan meneruskannya yah! Waluaupun dengan susah payah..! “
Pak Syamsul : “ Haha .. Meneruskan gimana kamu saja tidak suka dengan pertanian mana bisa kamu kelola...!! “
Badrun : “ Ayah lupa.. dulu Ayah pernah bilang jika kamu berusaha pasti kamu bisa.. ya kan?”
Pak Syamsul : “ Hah gak usah bilangin ayah.. dah semua jalan ada ditangan kamu nak,,.. ayah dimuak dengan semua ini..!”
Bu Aisyah : “ Ayah sudah gak usah bilang gitu lagi kasihan Badrun..! “
Pak Syamsul : “ Hah.. “ ( meninggalkan ruang tamu)
Bu Aisyah : “ Sabar ya nak..”
Badrun : “ iya bu “ ( lari menuju kamar tidur)
Malam itu ia benar – benar terpukul dengan perkataan ayahnya...
Badrun tak bisa tidur ..malam ini ..
Badrun : “ ya sudahlah.. aku berusaha menjadi lebih baik..!”
Setelah ia mengkokohkan hatinya dengan yakin dan memaknai perkataan yang Nafisah ucapkan.. Menjadi semangat besar yang meledakkan gelora jiwanya..
Sebelum tidur Badrun mendapatkan e-mail dari Nafisah bahwa besok ada lomba Music Hotwave di kampus .. dan Nafisah mengajak Badrun pergi nonton lomba itu bersama teman yang lain..
Vi
Pagi itu tak seperti biasanya .. Badrun bangun lebih awal.. ia mengerjakan semua kegiatan rumah mulai dari menyapu, mengepel, mencuci piring dan mencuci mobil milik ayahnya..
Yang lebih bagusnya lagi ia pagi itu mengecek produksi singkong milik ayahnya.. di halaman belakang rumah tanpa sepengetahuan ayahnya..
Ia berangkat ke kampus dengan sepeda balapnya saat dulu SMA..
Di kampus seperti biasa ia di hadang oleh Zack.. akan tetapi kali ini ia berani melewatinya..
Di Kelas pun ia terlihat aktif.. membuat ayahnya tersenyum melihat hal itu..
Nafisah senang melihat perubahan yang terjadi pada Badrun..

Saat melihat lomba Music Hotwave di aula kampus Fakultas Biologi..
Disana ada banyak juri dari artis –artis ternama ..dari grup band dan penyanyi solo terkenal..
Ketika itu Badrun malah didaftarkan oleh Nafisah dan teman-temannya..
 Zack terlihat senang melihat hal itu,  ia yakin jika Badrun akan kalah nantinya dan hanya membuat  malu saja..
Zack : “ Pasti si anak singkong itu akan kalah ..haha , dan Nafisah akan malu lalu menjauhinya..”
Nafisah : “ ayo.. semangat ya drun.. haha”
Rikka : “ Ayo semangat ..! “
Badrun : “ Hah kalian ... malah mendaftarkanku segala... ya sudahlah tak apa .. oke,... ! semangat!”

Semua peserta sudah maju ...sekarang giliran Badrun...
Badrun memainkan gitarnya ..membuat semua orang tercengang dengan kemampuannya bermain gitar...
Semua ikut irama yang dimainkan Badrun melambaikan tangan ke atas...
Nafisah : “ Wah ternyata Badrun bisa ya main gitar jago.. lagi “
Rikka : “ iya hebat dia “
Mendengar hal itu .. Zack menggerutu..
Zack : “ Sial.. kenapa dia malah hebat gitu dan Nafisah semakin suka dengannya..”
Dan tiba waktunya pengumuman..
Semua peserta dag dig dug jantung mendengar keputusan dari dewan juri,...
“ Dan Pemenangnya adalah..............” , kata MC acara
“ BBAaaaDRuuun !” , sahut MC acara
Badrun : “ Alhamdulillah.. Aku Berhasil...!! Teman –teman ..Aku berhasil...!!” ( melambaikan tangan ke arah meraka)
 Nafisah dan Rikka : “ hore.... iya kamu berhasil...” ( melambaikan tangan )
Zack : “ Sial... AKU KALAH dari anak singkong itu.....! “ ( menundukkan kepala)
Ternyata di sana Pak Syamsul dan Bu Aisyah menyaksikan penampilan Badrun..
Badrun : “ Ayah , ....... Ibu.........!!! ini untuk kalian berdua . ,” (meneteskan air mata)
Pak Syamsul dan Bu Aisyah : “ Iya ... !! Kami bangga padamu nak..!”  ( terharu)
Akhirnya mereka semua berkumpul dan merayakan kemenangan Badrun..
Akan tetapi di saat itu Badrun tak melihat ada Zack ,.. Ia cari akhirnya ketemu..
Zack: “ Maafkan aku selama ini ya drun.. aku tidak menjadi teman kamu yang baik,,” ( menundukkan kepala)
Badrun : “ Iya .. aku sudah memaafkan mu kok.. , yuk gabung bareng disana..” ( menunjukkan letak ayah , ibu , Nafisahda Rikka berada )
Akhirnya semua sudah berkumpul dan ...menikmati makanan untuk memeriahkan kemenangan dan perubahan positif dalam diri Badrun....
Semua senang.. tak ada sedih semua kesedihan hilang dengan kehadiran sosok Badrun yang sebenarnya........

THE END

Naskah Drama " Mimpi-Mimpi Senja

Mimpi mimpi Senja

             Kota nan elok, di belakang perbukitan yang mengelilinginya. Tampak gagah, tampak cantik, tampak indah, seindah dewi rembulan yang bertengger di pangkuan sang arjuna. Langit malam itu, di tengah kota nan elok, sempurna di denyut nadinya. Berdiri sebuah rumah nan megah, indah dihiasi lampu yang mahal. Di balkon belakang rumahnya, duduk bersila seorang gadis cantik, mata coklatnya memandang ke arah langit lepas. Jari-Jemarinya yang lentik memijat-mijat tombol hpnya, seolah-olah ia sudah menghafalnya atau lebih tepatnya ia menghafal akan letak tombol-tombol tersebut kemudian, tuut....tuut....tuut.... Tersambung dengan si empunya di ujung kota itu, tepat di sebuah gedung nan tinggi, tertulis conversation.fm.
     
      ADEGAN 1
     
      Rahma     : “Assalamu’alaikum Wr.Wb, selamat malam pendengar, kembali lagi bersama saya di conversation.fm. Okeh... di malam yang subhanallah indah ini, mungkin ada yang duduk-duduk santai atau ada yang makan malam di luar sambil liat-liat bintang, sambil dengerin suara saya yang merdu. Wah... pasti nongkrong tambah asyik, makan tambah nikmat dan tidur nyenyak, hehehe.. gak-gak , just kid... tentu saja kita disini dengerin orang-orang yang mau berbagi kisah hidupnya, mungkin sedih atau berkesan atau menegangkan, hehehe... Caranya gampang telepon aja ke 08123456789”
                                Tuut...tuut...tuut...
                           “Eh... sudah yang masuk nih. Halo.... conversation.fm, dengan siapa, dimana?? Halo.... halo....”[bingung]

      X :” waktu itu...”
Dan suara di seberang telepon itu terus bercerita, ia benar-benar bercerita. Suaranya mengalir begitu saja.

      ADEGAN 2

      Fauzan     : “Kita harus bisa Nung... (menggebu-gebu, sambil merapikan buku yang berserakan di lantai) Di ujian ini, kita harus mempertahankan peringkat kita Nung. (tetapi Sinung hanya terdiam... sibuk dengan pikirannya sendiri). Gimana Nung? Sinung!!!
      Sinung     : “Eh, iya Zan. Aduh, gimana ya Zan, aku gak yakin kita bisa lulus ujian ke Madinah, kalau nggak lulus gimana?”
      Fauzan     : “Kita harus berusaha dulu Nung, hasilnya kita serahkan semua sama Allah.”

Tetapi sejak pembicaraan itu berlalu, Fauzan tidak tahu bahwa ada perubahan pada sifat dan sikap Sinung yang berbeda dari biasanya.

             Hari ujian pun tiba, mereka mengerjakan dengan serius. Akan tetapi, semua tidak berjalan sesuai dengan harapan mereka, mereka tidak lulus ujian ke Madinah. Sejak saat itu Fauzan menjadi cowok yang pendiam, pemurung dan temprament. Dia menyalahkan keadaan dan Allah yang tidak mengabulkan do’a mereka.
             Malam minggu mereka bertiga berkumpul di kos-kosan. Fauzan dan Sinung termenung, bagaikan  orang yang tak punya harapan hidup (madesu). Anto, mahasiswa jurusan jurnalistik hanya terdiam dan memperhatikan sikap kedua temannya. Anto memang tidak satu Universitas dengan mereka berdua.
     
      Anto            : “Eh, kok pada murung ni, kenapa?”
      Fauzan        : “Lagi bingung aja, kenapa Allah nggak adil banget sama kita?”
      Anto            : “Ga adil gimana?” [dengan heran, karena nggak biasanya Fauzan bersikap begini]
   Sinung     : “Iya, masak kita yang belajar serius, shalat tahajut dan puasa Senin Kamis nggak lulus ujian.” [dengan wajah penuh kesal]
   Anto         : “Istighfar, kalian nggak boleh berfikir begitu. Mungkin ini jalan yang terbaik buat kalian.” [nasehat Anto]
         
          Tiba-tiba....

   Sinung     : “Ayo ikut aku, aku punya tempat enak buat ngilangin kekesalan kita.”
         
Tanpa banyak tanya, mereka mengikuti Sinung dan tanpa mereka duga, Sinung mengajak mereka ke club malam. Dan sepertinya Sinung sudah sering pergi kesana.             

      Anto            : “Astaghfirullah Sinung, ngapain kita kesini?” [mengelus dada]
      Sinung     : “Udah deh diem aja, yuk kita masuk.”

                Akhirnya mereka masuk, dan Sinung langsung memesan minuman di bar.
Anto bingung, apa yang harus dia lakukan. Setelah minuman berada di tangan mereka, mereka duduk di kursi.

      Sinung     : “Cobain deh, enak! Bisa ngilangin masalah kita.”
      Fauzan     : “Beneran Nung??”
      Anto            : “Astaghfirullah, ini minuman keras, haram buat kita sebagai muslim.”
   Sinung     : “Udahlah, kita nikmatin aja malam ini. Klo kamu nggak mau ya udah, nggak usah di minum.”

Akan tetapi Fauzan terhasut dengan ajakan Sinung dan mereka mencoba minuman itu. Anto hanya bisa istighfar di dalam hati.
            
             Dengan coba-coba, ternyata mereka ketagihan dan lebih sering menghabiskan waktu di club-club malam di Jakarta. Parahnya, Sinung mulai mencoba bisnis haram ini.

             Dua tahun berlanjut, Sinungpun menjadi bandar narkoba di tempat itu.

             Suatu malam, saat Sinung take off ke kalimantan. Sahabat dekatnya ,Fauzan,semakin larut dengan kebiasaannya mengkonsumsi barang haram.Lelaki bertubuh tinggi itu telah menghabiskan 5 botol minuman yang telah disediakan pelayan.Dan akhirnya dia pun tergeletak lemas di meja bar.
     
      Pelayan bar      :”Braaakk!”(memukul meja bar)
                                      “hey!”
                                  (mengalun lagu ‘eaa’-Coboy junior-)
      Pelayan bar     :”Hey mas!”(Fauzan bangun ,menatap pelayan bar sepersekian detik)
                                    ”Dah pagi nih,club mau tutup!”(membentak)
      Fauzan              :”Iya cantik,jangan marah-marah donk,ntar cantiknya hilang”
      Pelayan bar     :(mengusir Fauzan dari club dengan tampang marah)
      Fauzan             :(dengan sempoyongan keluar meninggalkan club)
                                    (di tengah jalan, bertemu dengan seorang penjual jamu koper keliling)
      Penjual jamu  :(menjajakan jualannya)”jamu mas jamu,pegel linu,jamu mujarab anti miskin,biar langgeng sama pacarnya.Monggo mas dicicipi..!”
      Fauzan             :(menatap lekat-lekat si tukang jamu sambil berjalan sempoyongan)
                                    “mbak yang cantik”
      Penjual jamu  :”iya mas, mau beli jamu?”
      Fauzan             :”nggak..mau godain mbak yang cantik”
      Penjual jamu  :(dengan sangat tidak masuk akal, penjual jamu tersenyum dan menyiapkan jamu untuk Fauzan)
               Ketika Fauzan dan Penjual jamu sedang asik bercanda ria, tiba-tiba Anto sudah ada di belakang mereka
      Anto            :(pasang muka kaget)”lho Zan, sejak kapan kamu berteman sama orang gila?”
      Fauzan     :(dengan wajah bingung)”yee..sinting, mbak-mbak cantik gini  di bilang gila”
      Anto            :(mengerutkan dahi, Anto  mencium bau alkohol dari mulut Fauzan)
                          “balik yuk! Kamu lagi mabuk.”(dengan nada kecewa dan menarik tangan )
      Fauzan     :”ngapain balik, aku kan mau beli jamu”
      Anto            :”ayo zan..!!”
      Fauzan     :”ah lepasin!! Elo jangan pernah injak ranah kehidupan gue lagi. Mulai sekarang elo gue end”
      Anto            :(dengan suara lirih)”emang kita  pernah jadian?”
                Tiba-tiba suara ambulance meraung-raung dari arah barat dan berhenti di dekat mereka. Dua orang wanita berbaju putih turun dari mobil dan menghampiri salah satu dari mereka
      Petugas 1 :”maaf mas saya mau membawa pulang pasien saya”
      Petugas 1 dan petugas 2 :(memboyong pasiennya ke dalam mobil)
      Fauzan     :”lho mbak mau pergi kemana..? mbak.. mbak..”(ingin mengejar Penjual jamu tapi di tahan oleh Anto)
                Di dalam mobil
      Penjual jamu   :(bersay good bye)
     
      ADEGAN 3
           
             Sinar mentari menembus sela-sela tirai biru,di balik tirai itu dua anak manusia tengah berunding .
      Anto            :(dengan menahan amarah)” Dasar pecundang , janji mau pergi ke  Madinah malah ujung-ujungan ke club malam.”
      Fauzan     :”maksud loe apa ? loe kali yang gila , pagi-pagi udah ke rumah gue !”
      Anto            :”kamu tahu nggak apa yang udah kamu lakuin kemarin? kamu itu mabuk berat, gangguin tukang jamu di pinggir jalan dan parahnya lagi dia itu pasien yang kabur dari rumah sakit jiwa ! “
      Fauzan     :”au ah gelap”(dia berpaling dan meninggalkan Anto sendiri di kamar)
      Anto            :” emang hidupmu udah gelap”
      Toto membuka hpnya dan mengirimkan pesan singkat ke seseorang

To:  Atin


Ku tunggu kamu di tempat biasa. Sekarang
                                                      
From: Anto
 
 



             Yytttttjjhg







      ADEGAN 4

             Di suatu taman , Anto duduk termenung menunggu seseorang , tiba-tiba seorang gadis datang menghampirinya .

      Anto            :(melirik Atin)”terlalu cepat”
      Atin          :(tersenyum)”hanya telat 15menit”(duduk di samping Anto).
      Anto            :”Fauzan!”
      Atin          :”ada apa lagi dengan cowok itu”
      Anto            :”dulu .... kufikir  Fauzan adalah seniman hari-hariku. Tapi sekarang , ia adalah limbah   yang meracuni  kehidupanku.”
      Atin          :”menurutku tak seperti itu.”
      Anto            :”kamu tahu dari mana?”
      Atin          :”menurut yang aku tahu”
      Anto            :”tapi dia.. bukan dia yang kamu kenal dulu.”
      Atin          :”dia hanya kehilangan secercah cahaya hidupnya.”
      Anto            :”huft!”(mendengus)”manusia rapuh”
      Atin          :”bukankah itu yang kamu bilang dulu saat aku di landa masalah, semua akan ada jalan. Besok aku akan pergi. Tujuh hari lagi temui aku di tempat dan waktu yang sama.”(meninggalkan Anto )


      ADEGAN 5
     
             Gelapnya malam ,sesosok bayangan cepat mengikuti langkah Fauzan  yang gontai. Mabuk.  Tiba-tiba bayangan itu menangkap sepasang mata hitam dan mengatupkan jemari di mulutnya.

      Fauzan        :(tidak terima)”apa-apaan sih , siapa lo?”
      Sinung     :”ha ha ha , whats up bro! Ini gue. Ngapain loe keluyuran sendiri?”
      Fauzan     :”hmm.. kirain setan!”(memalingkan pandangan)
      Sinung     :”lihat ni gue sekarang , tanpa pergi ke Madinah pun gue bisa kaya bro!”
      Fauzan     :(menatap temannya)
      Sinung     :(menarik tangan Fauzan)”ayo ikut gue!”

      Akhirnya mereka berdua pergi ke sebuah kota kecil di Jawa Tengah untuk melebarkan sayap bisnisnya. Narkoba.
     
      Suatu malam di ujung desa...

      Fauzan dan Sinung    :(keluar dari mobil)
      Sinung     :(menurunkan kardus dari bagasi)
      Fauzan     :”apaan ni..?”
      Sinung     :”ini mesin uang gue!”
      Fauzan     :”maksud loe?”
      Sinung     :”ini barang jualan gue. Narkoba.”
      Fauzan     :”gila! Gue kira elo cuma jualan miras,ternyata narkoba juga.”
      Sinung     :”ini yang bikin gue kaya, malam ini kita pesta bro !”
      Fauzan dan Sinung    :(memasukkan barangnya ke dalam rumah)

      Dari kejauhan sepasang mata coklat mengamati mereka. Tak tampak keraguan di raut wajah sendunya. “Malam ini semua harus berakhir.”


ADEGAN 6

       4 orang berjaket hitam menelusup masuk ke rumah itu.
     
      Polisi        :”angkat tangan!”
      Sinung     :(mengambil senjata tajam)
      Polisi        :(menyodorkan pistol  di wajahnya)”letakkan senjata..!”
      Sinung     :(meletakkan pisau yang dibawanya lalu mengangkat kedua tangannya )
      Polisi        :(membawa keduanya ke dalam mobil beserta barang bukti)


ADEGAN 7

      7 hari kemudian.....

             Di sebuah taman ,

      Atin          :(menunggu kehadiran seseorang)
      Anto            :(berjalan menghampiri)”ku kira kamu nggak datang”
      Atin          :”aku akan menepati  janji ku , semua sudah berakhir.”
      Anto            :”maksudmu?”
      Atin          :”Fauzan!”
               
                Mengalirlah cerita Atin tentang kejadian malam itu.

      Anto            :”terus”
      Atin          :”sekarang Fauzan sudah berada di panti rehabilitasi dan Sinung di penjara.”
      Anto            :”akhir  yang tak terduga!”
      Atin          :”hmm... sekarang bantu Fauzan untuk membuka lembaran baru.”
      Anto            :”Insya Allah akan ku coba”
      Atin          :(tersenyum)

ADEGAN 8
            
             3 tahun,  usai sudah masa-masa sulit Fauzan di panti Rehabilitasi. Sekarang  dia memulai semua dari awal, semangat hidup ia tanam lagi di hatinya dan ia pupuk dengan kerja keras.  

      Atin          :(tersenyum bahagia melihat seseorang di hadapannya)
      Fauzan     :”ngapain senyum-senyum.”
      Atin          :”enggak, senang aja lihat kamu sekarang udah berubah!”
      Fauzan     :”aku tidak hanya berubah, tapi sekarang aku telah menjelma menjadi manusia sukses”
      Atin          :”ha  PD banget, apa buktinya?”
      Fauzan     :”kamu nggak percaya? lihat, skripsiku di terima di Universitas ternama Amerika, katanya aku telah menemukan teori baru yang dapat di jadikan acuan untuk dipertimbangkan.Hebatkan terlalu dini aku berhasil he..he..he...” 
     Atin           :”ye.....sombong “  
     Fauza       :”hehehehe nggak-nggak” 
 Atin          :”kapan berangkat?”
Fauzan       :”Insya Allah 2 minggu lagi”
Atin           :(tersenyum)”hati-hati, jangan sampai kehidupan masa kelammu berulang lagi di sana.”
Fauzan        :”pasti.”

            Fauzan dan Atin brjalan meninggalkan cafentaria, berjalan beriringan dengan menatap bintang.
               
                Tuuutt.... ttuuut .....

                Rahma                  :”lho... halo.... halo...., maaf permisa ternyata panggilan terputus, cerita yang menarik, penggalaman yang sangat berharga yang dapat kita ambil hikmahnya, kegagalan bukan akhir dari segalanya, masih ada hari esok untuk memperbaikinya, jangan kita mudah  putus asa karena kegagalan awal dari keberhasilan, seperti kisah tadi, selama kita mau merubahnya dan berusaha, Allah pasti akan memberikan jalan terbaik untuk kita. So raihlah cita-citamu setinggi-tingginya, jangan pernah takut mencobanya. Wah... wah .. kog jadi serius gini ya ....  ha ha ha , intinya jangan pernah takut gagal. Yah... Tak terasa saya sudah menemani kalian salama 1 jam, waktunya kita berpisah... Tapi jangan khawatir, kita akan berjumpa lagi Minggu depan. So jangan sampai ketinggalan ya .....  bye .......”

MIMPI-MIMPI
              SENJA

           

Di susun oleh :
1.        Anggrid Astoto
2.       Dhiya Rahma Rauqillah ( penjual jamu dan penyiar radio)
3.       Indah Ayu Lestari ( narator )
4.       Mu’allimatin Habibah
5.       Nur Laili Farchah ( pelayan bar )
6.       Nurul  Fikri Fauzan Tamami
7.       Rahmad Nur Haryono


Nasihat itu mudah, menerimanya sulit..


Wahai anak! Nasehat itu mudah, yang sulit adalah menerimanya; karena terasa pahit oleh hawa nafsu yang menyukai segala yang terlarang. Terutama dikalangan penuntut ilmu yang membuang-buang waktu dalam mencari kebesaran diri dan kemegahan duniawi. Ia mengira didalam ilmu yang tak bersari itulah terkandung keselamatan dan kebahagiaan, dan ia menyangka tak perlu beramal. Inilah kepercayaan filsul-filsuf.
Ia tidak tahu bahwa ketika ada pada seseorang ilmu, maka ada yang memberatkan, seperti disabdakan Rasulallah saw: “Orang yang berat menanggung siksa di hari kiamat ialah orang yang berilmu namun tidak mendapat manfaat dari ilmunya itu.”
Wahai anak! Janganlah engkau hidup dengan kemiskinan amal dan kehilangan kemauan kerja. Yakinlah bahwa ilmu tanpa amal semata-mata tidak akan menyelamatkan orang. Jika disuatu medan pertempuran ada seorang yang gagah berani dengan persenjataan lengkap dihadapkan dengan seekor singa yang galak, dapatkah senjatanya melindungi dari bahaya, jika tidak diangkat, dipukulkan dan ditikamkan? Tentu saja tidak akan menolong, kecuali diangkat, dipukulkan dan ditikamkan. Demikian pula jika seseorang membaca dan mempelajari seratus ribu masalah ilmiah, jika tidak diamalkan maka tidaklah akan mendatangkan faedah.
Wahai anak! Berapa malam engkau berjaga guna mengulang-ulang ilmu, membaca buku, dan engkau haramkan tidur atas dirimu. Aku tak tahu, apa yang menjadi pendorongmu. Jika yang menjadi pendorongmu adalah kehendak mencari materi dan kesenangan dunia atau mengejar pangkat atau mencari kelebihan atas kawan semata, maka malanglah engkau. Namun jika yang mendorongmu adalah keinginan untuk menghidupkan syariat Rasulallah saw dan menyucikan budi pekertimu serta menundukkan nafsu yang tiada henti mengajak kepada kejahatan, maka mujurlah engkau. Benar sekali kata seorang penyair, “Biarpun kantuk menyiksa mata, Akan percuma semata-mata jika tak karena Alloh semata”.
Wahai anak! Hiduplah sebagaimana maumu, namun ingat! bahwasanya engkau akan mati. Dan cintailah siapa yang engkau sukai, namun ingat! engkau akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah seperti yang engkau kehendaki, namun ingat! engkau pasti akan menerima balasannya nanti.


Rabu, 02 Oktober 2013

Perbedaan antara Ulama Salaf dan Ulama Khalaf

Istilah Salaf dan Khalaf
Description: http://www.bicaraaddin.com/v1/images/stories/mazhab.jpgSekitar Istilah Salaf dan Khalaf

Antara gejala buruk yang berlaku dalam bidang ilmu agama adalah kemunculan golongan yang mengaku lebih memahami manhaj salaf berbanding para ulama' sebelum mereka yang mereka gelar sebagai "khalaf". Untuk menjadikan diri mereka berhak mengetahui siapa sebenarnya salaf dan apa sebenarnya manhaj salaf, maka mereka menamakan diri mereka sebagai "salafi", iaitu orang yang mengikut jejak salaf.

Kejahilan Terhadap Istilah

Golongan intelektual separuh matang yang muncul dalam lapangan intelektual Islam terpaksa mewujudkan terminologi-terminologi (mustalahat) baru untuk mengabui golongan yang lebih jahil daripada mereka. Lalu, mereka menggunakan istilah tertentu yang diberi takrif baru yang menyalahi penggunaannya yang asal untuk mendominasi dan memonopoli istilah tersebut.

Maka, wujudlah terminologi seperti "salafi", "khalafi" dan sebagainya yang mana sebelum ini, para ulama' hanya menggunakan istilah khalaf dan salaf sahaja.

Salafi di sisi golongan (baharu) ini adalah: "orang yang mengikut manhaj salaf".

Khalafi di sisi golongan (baharu) ini adalah: "orang yang tidak mengikut manhaj salaf".

Padahal, istilah salaf dan khalaf yang digunakan oleh para ulama' secara sepakat sebelum kemunculan golongan ini adaah:

Salaf: Generasi yang hidup dalam kurun pertama sehingga kurun ketiga hijrah, atau sehingga kurun kelima hijrah. Paling kuat adalah, sehingga kurun ketiga hijrah.

Khalaf: Generasi yang hidup setelah kurun ketiga atau kelima hijrah.

Maka, istilah salaf dan khalaf dalam penggunaan asal para ulama' tidak pernah bermaksud suatu perbezaan manhaj, tetapi lebih berbentuk perbezaan tempoh masa. Sehinggalah muncul golongan yang mengaku sebagai salafi ini, yang padahal meneruskan semangat Ibn Taimiyyah yang sering mengaku lebih memahami salaf berbanding ulama'-ulama' lain sebelumnya atau sezaman dengannya khususnya dari kalangan Asya'irahyang dianggap kurang memahami manhaj salaf, lalu memulakan usaha menamakan diri sebagai salafi lalu menamakan selain mereka sebagai khalafi.

Dengan usaha ini, ia mencetuskan suatu perkembangan di mana golongan ulama' yang berlainan kefahaman daripada mereka dianggap sebagai tidak mengikut salaf walaupun para ulama' tersebut adalah majoriti ulama' Islam. Bagi mereka, tokoh-tokoh yang memahami "salaf" yang sebenar hanyalah beberapa individu sahaja seperti Sheikh Ibn Taimiyyah, Sheikh Ibn Al-Qayyim, Sheikh Muhammad Abdul Wahab dan sebagainya.

Sedangkan, majoriti ulama' lain yang beraliran Asya'irah dan Maturidiyyah dalam bidang aqidah adalah "khalafi" yang tidak mengikut mazhab dan manhaj Salaf yang sebenar. Sebagai contoh, muncullah situasi di mana seorang insan yang mungkin hanya seorang pekerja di sebuah kilang, mengaku lebih memahami salaf berbanding Hujjatul Islam, Al-Imam, Al-Mujtahid, Al-Faqih, Al-Usuli Sheikh An-Nizhamiyyah Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali yang merupakan mudir kepada sebuah madrasah terbesar di zaman beliau iaitulah Al-Madrasah An-Nizhamiyyah.

Situasi lain pula muncul seorang insan kerdil yang masih tidak mengenal beza antara mubtada' dengan khabar, lalu mengaku lebih mengikut Al-Qur'an dan As-Sunnah dalam masalah aqidah ,berbanding Al-Imam Al-Hafiz Al-Muhaddith Amirul Mu'minin fi Al-Hadith Ibn Hajar Al-Asqollani, pensyarah kitab Sahih Al-Bukhari, hanya kerana Imam Ibn Hajar mempunyai pendirian aqidah manhaj Al-Asy'ari.

Situasi lain pula, muncul seorang insan kerdil yang tidak memahami Al-Qur'an dan As-Sunnah melainkan dengan merujuk terjemahan semata-mata, mengaku lebih memahami apa itu sunnah dan apa itu bid'ah berbanding Al-Imam Al-Mujtahid Al-Mutlaq, Al-Hujjah, Imamul Mazhab, Muhammad bin Idris As-Syafi'e sehingga boleh menuduh amalan doa qunut pada waktu Subuh yang diamalkan oleh Imam As-Syafi'e tersebut adalah suatu bid'ah, sedangkan Imam As-Syafi'e adalah seorang tokoh yang telah menghafal bukan setakat Al-Qur'an, tetapi juga kitab hadith yang awal dihimpunkan iaitulah kitab Al-Muwatha' secara keseluruhannya sebelum mencapai umur baligh. Hanya kerana Imam As-Syafi'e mempunyai ketokohan dalam bidang ilmu agama zaman salaf sahaja, menyebabkan insan kerdil itu tidak melebel Imam As-Syafi'e r.a. sebagai ahli bid'ah, dalam masalah qunut ini. Insan kerdil tersebut mendakwa dia mengikut manhaj tarjih sedangkan para ulama' bermazhab As-Syafi'e yang mengamalkan qunut, sebagai mengikut taqlid dan jumud. Na'uzubillah.

Lihatlah ukuran situasi-situasi ini. Tidak adakah suatu bid'ah lebih besar daripada bid'ah sebegini? Ungkapan: saya "salafi", bahkan lebih "salafi" daripada Al-Imam Al-Ghazali (hidup tahun 450 Hijrah dan meninggal dunia tahun 505 Hijrah), bahkan lebih memahami sunnah dan bid'ah berbanding Al-Imam As-Syafi'e (150-204 H), seolah-olah berkumandang secara lisan hal di mana-mana oleh pengikut golongan ini.

Khalaf adalah Penerus Manhaj Salaf

Seseorang perlu ketahui bahawasanya apa yang dimaksudkan sebagai "Khalaf" adalah para ulama' yang hidup setelah berlalunya zaman salaf yang meneruskan manhaj umum para ulama' salaf. Khalaf tidak pernah bererti suatu golongan ulama' yang berbeza dengan ulama'-ulama' salaf dari sudut aqidah, manhaj fiqh dan akhlak.

Istilah salaf sendiri bererti:

سَلَفَ يَسْلُفُ سَلَفاً وسُلُوفاً: تقدَّم

Maksudnya: Salaf: Taqaddam iaitu terdahulu. [Lisan Al-'Arab, madah salafa]

والسَّلَفُ والسَّلِيفُ والسُّلْفَةُ: الجماعَةُ المتقدمون

Maksudnya: "As-Salaf, As-Salif dan As-Sulfah: Golongan Terdahulu [ibid]

Jadi, seseorang yang mengaku sebagai "salafi" secara bahasanya bererti orang yang terdahulu. Sepatutnya sudah tidak hidup lagi kerana dia sepatutnya digantikan oleh orang yang kemudian. Oleh kerana itulah para ulama' salaf tidak menyebut diri mereka sebagai "salafi" ketika mereka hidup kerana para ulama' khalaflah yang memanggil mereka sebagai ulama' salaf kerana mereka telah berlalu dan mendahului generasi kemudian.

Khalaf pula bererti generasi yang ditinggalkan setelah generasi terdahulu. Ia dari perkataan khalafa yang bererti ke belakang atau kemudian.

الخَلْفُ ضدّ قُدّام

Maksudnya: Khalfu adalah lawan bagi Quddam (hadapan) [Lisan Al-'Arab, madah: khalafa]

Seseorang itu tidak dinamakan sebagai khalaf bagi sesuatu melainkan dia penerus kepada apa yang dilakukan oleh orang terdahulu. Maka, dinamakan para ulama' khalaf sebagai khalaf kerana mereka meneruskan apa yang dipegang oleh ulama' salaf, bukan kerana mereka berbeza dengan salaf. Orang yang memahami ulama' khalaf berbeza dengan ulama' salaf dari sudut pegangan dan kefahaman agama yang usul adalah suatu kefahaman batil terhadap maksud khalaf itu sendiri.

Rasulullah s.a.w. sendiri memuji generasi khalaf ini yang meneruskan usaha menjaga kemurnian agama daripada golongan jahil dan batil.

Rasulullah s.a.w. bersabda:

يحمل هذا العلم من كل خلف عدوله، ينفون عنه تحريف الغالين، وانتحال المبطلين، وتأويل الجاهلين

Maksudnya: "Ilmu ini akan dipikul oleh setiap khalaf (orang yang kemudian) dari kalangan yang adil daripadanya, yang menafikan tahrif (penyelewengan) pelampau, kepincangan golongan pembuat kebatilan dan takwilan orang-orang jahil".

[Hadith diriwayatkan secara mursal dalam sebahagian riwayat (Misykat Al-Mashabih) dan disambung secara sanadnya kepada sahabat kepada Rasulullah s.a.w. oleh Al-Imam Al-'Ala'ie. As-Safarini mengatakan ianya sahih dalam kitab Al-Qaul Al-'Ali m/s: 227]

Ulama' Khalaf adalah "Salaf" (Pengikut Salaf) Pada Generasi Setelah Zaman Salaf

Kita perlu menyedari hakikat ini, dengan menyusuri sejarah dan lembaran tulisan ulama' tentang hakikat bahawasanya majoriti ulama' khalaf sebenarnya adalah penerus manhaj dan kefahaman ulama' salaf dalam bidang agama. Nama-nama seperti Asya'irah, Maturidiyyah dan sebagainya dalam bidang aqidah adalah suatu tradisi yang sama seperti nama-nama Syafi'iyyah, Malikiiyyah, Ahnaf dan Hanabilah dalam bidang fiqh. Ia tidak lebih daripada himpunan manhaj seragam dan perkembangan kaedah pendalilan (istidlal) dalam sesuatu bidang ilmu, bukan suatu kelaianan atau percanggahan daripada apa yang difahami oleh salaf. Hatta mengaku "Salafi" juga adalah kelainan daripada salaf itu sendiri.

Oleh sebab itulah, ramai tokoh-tokoh Asya'irah dalam bidang aqidah menulis kitab-kitab aqidah lalu menisbahkan aqidah mereka kepada as-salaf as-sholeh. Antaranya adalah:

Al-Imam Al-Hafiz Ahmad bin Al-Husain Al-Baihaqi Al-Asy'ari yang menulis kitab berjudul:

الاعتقاد علي مذهب السلف اهل السنه و الجماعه

(Al-I'tiqad 'ala Mazhab As-Salaf Ahl As-Sunnah wal Jamaah yang bermaksud: Kepercayaan berteraskan mazhab Salaf ahli sunnah wal jamaah).

Sudah pasti kitab ini mengandungi perbahasan-perbahasan aqidah secara manhaj Asya'irah, namun di sisi Al-Imam Al-Baihaqi, ianya tidak lain melainkan aqidah mazhab Salaf juga. Jadi, Asya'irah juga adalah "Salafiyyah" (jika ingin digunakan istilah sekarang) pada asalnya, bahkan lebih awal ke"Salafiyyah"an mereka berbanding Salafiyyah Wahabiyyah yang muncul kemudian.

Begitu juga Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali yang menulis kitab berjudul:

Iljam Al-Awam 'An Ilm Al-Kalam

Dalam kitab tersebut menjelaskan manhaj sebenar salaf dalam berinteraksi dengan ayat-ayat dan hadith-hadith mutasyabihat dengan cara tafwidh. Beliau menisbahkan manhaj ini (walaupun sebagai antara ulama' Asya'irah) kepada manhaj As-Salaf AS-Sholeh. Dalam Muqoddimah kitab ini, Al-Imam Al-Ghazali mengkritik Hasyawiyyah yang memahami nas-nas yang zahirnya tasybih secara zahir, lalu mengaku ianya sebagai aqidah salaf, kemudian beliau menjelaskan manhaj as-salaf yang sebenar secara manhaj asy'ari. Maka, Al-Ghazali juga cuba menetapkan ke"salafi"an beliau tanpa mengaku "salafi".

Oleh sebab itulah, tokoh besar Al-Azhar AS-Syarif, Sheikh Abu Zahrah menjelaskan pertembungan Asya'irah, Maturidiyyah, Ibn Taimiyyah dan Wahabi dalam masalah aqidah di mana ianya adalah dalam usaha mengaku siapa lebih memahami as-salaf yang sebenar. Kemudian, Sheikh Abu Zahrah menguatkan pendapat bahawasanya, cara Al-Imam Al-Ghazali (Asya'irah) dan Maturidiyyah dalam memahami Salaf lebih tepat berbanding cara Ibn Taimiyyah memahami salaf dalam masalah aqidah. [Rujuk kitab Tarikh Al-Mazahib Al-Islamiyyah]

Mengaku "Salafi" Adalah Bid'ah yang Bahaya

Maka, benarlah kesimpulan yang dibuat oleh tokoh besar iaitu Sheikh Muhammad Sa'id Ramadhan Al-Buti dalam kitab As-Salafiyyah, bahawasanya bermazhab dengan mazhab salafi adalah suatu bid'ah yang bahaya. Sila rujuk di sini: http://www.dahsha.com/uploads/SalafyyaBouti.pdf

Ini kerana ianya seolah-olah menyimpulkan beberapa perkara:

As-Salaf itu bukan semata-mata suatu zaman yang diberkati, tetapi suatu himpunan keseragaman manhaj dalam bidang agama. Padahal, keseragaman manhaj dalam bidang agama tidak berlaku dalam keseluruhan salaf. Dalam bidang fiqh sahaja ada perbezaan antara Ahl Hadith dengan Ahl Ra'yi. Dalam bidang aqidah juga berbeza-beza manhajnya. Al-Imam Ahmad berbeza dengan Al-Imam Al-Muhasibi dan Ibn Kullab. Begitu juga Al-Imam Al-Bukhari berbeza dengan Al-Imam Ahmad dalam masalah lafaz Al-Qur'an. Begitulah masalah-masalah lain. Jadi, tidak ada namanya mazhab salaf dalam erti kata suatu himpunan keseragaman manhaj dalam bidang agama. As-Salaf dalam istilah sebenar hanyalah suatu tempoh masa yang diberkati.

Ia seolah-olah mengeluarkan selain daripada "salafiyyah" daripada pengikut salaf yang sebenar. Oleh kerana itulah, munculnya Salafiyyah Wahabiyyah yang menafikan Asya'irah, Maturidiyyah, Sufiyyah dan sebagainya, sebagai pengikut salaf yang sebenar. Salafiyyah Wahabiyyah telah menjuarai dominasi slogan "mengikut salaf", lalu menganggap selain mereka sebagai :"tidak mengikut salaf". Ini suatu prasangka yang bahaya kerana tidak mengikut salaf dalam masalah usul agama bererti tidak mengikut Rasulullah s.a.w. dan para sahabat r.a.. Ini adalah tohmahan yang sangat bahaya. Oleh kerana itulah, ramai orang jahil menganggap para ulama' Asya'irah, MAturidiyyah dan Sufiyyah tidak mengikut aqidah sebenar Rasulullah s.a.w. dan para sahabat r.a.. Ini membawa kepada menuduh sesat selain mereka yang mengaku "salafi".

Padahal, Asya'irah, Maturidiyyah, Sufiyyah dan sebagainya yang masih dalam lingkungan mazhab Ahli Sunnah wal Jamaah hanya berbeza dari sudut manhaj dan pendekatan dalam bidang agama, bukan berbeza isi kandungan kefahaman agama dengan as-salaf. Pendekatan dan manhaj adalah suatu yang berkembang mengikut zaman sepertimana juga kemunculan mazhab fiqh pada awal kurun ketiga hijrah lalu diteruskan sehingga hari ini. Tidak boleh seseorang mengatakan mazhab syafi'e, atau mazhab maliki, bukan fiqh Rasulullah s.a.w, kerana mazhab adalah himpunan cara ulama' memahami dalil-dalil yang disampaikan oleh Rasulullah s.a.w..

Maka, tidak perlu mengaku "salafi" untuk dinilai sebagai mengikut as-salaf as-sholeh. Ukurannya jelas iaitu dengan memahami agama mengikut kefahaman as-salaf as-sholeh. Rujuklah kitab-kitab ulama' salaf sendiri. Bukan sekadar merujuk satu dua tokoh kemudian yang mengaku hanya mereka sahaja yang memahami salaf. Adalah suatu kepincangan apabila seseorang menjelaskan tentang manhaj salaf namun rujukannya adalah bukan salaf seperti Sheikh Ibn Taimiyyah dan Muhammad Abdul Wahab sedangkan banyak lagi tulisan para ulama' salaf muktabar boleh dirujuk. Sheikh Ibn Taimiyyah tidak semestinya tepat dengan kefahaman salaf, dalam semua masalah dan, para ulama' lain tidak semestinya tidak memahami salaf yang sebenar. Banyakkanlah lagi bahan kajian agar kita jujur dalam membuat kajian.